Wali Kota Lis Jajaki Kerja Sama Pengembangan SDM Berbasis Industri dengan BIPTAK Jateng
PRIMETIMES.ID, SEMARANG-
Dalam rangka menjajaki kerja sama dalam pengembangan SDM berbasis industri, Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., melakukan kunjungan kerja ke Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Provinsi Jawa Tengah, Senin (27/7/2026).
Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, S.E., M.M., bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BIPTAK Jawa Tengah.
Dalam kesempatan itu, Lis menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk mempelajari model pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri yang telah berhasil diterapkan BIPTAK Jawa Tengah.
“Semoga dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing industri daerah, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Tanjungpinang,” ucapnya.
Ia berharap pertemuan dengan BIPTAK Jawa Tengah ini tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi atau studi banding semata, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (MoU) antarpemerintah daerah, yang dilanjutkan dengan pembahasan teknis sebagai dasar pelaksanaan program kerja sama yang saling menguntungkan.
“Selanjutnya dapat kita follow up dengan perjanjian kerja sama antarpemerintah daerah (government to government) sebagai langkah awal. Dengan begitu, kerja sama ini dapat dikelola secara terstruktur, memiliki arah yang jelas, dan pada akhirnya berkembang menjadi kerja sama antarpelaku usaha (business to business) yang mampu mendorong pertumbuhan industri serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, memaparkan berbagai program unggulan BIPTAK yang berfokus pada pelatihan berbasis kebutuhan dunia usaha dan industri. Program tersebut meliputi pelatihan pembuatan sepatu, penjahitan pakaian dan jersey, serta berbagai produk tekstil lainnya.
Selain menyelenggarakan pelatihan, BIPTAK juga menjembatani penyaluran lulusannya ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja terampil. Bahkan, tersedia program pelatihan khusus berdasarkan permintaan perusahaan, dengan kurikulum yang disusun langsung oleh industri, sementara proses pembelajaran difasilitasi tenaga pengajar BIPTAK.
“Kami menerima satu kelas minimal 30 peserta untuk setiap sesi pelatihan. Banyak pemerintah daerah, khususnya di Jawa Tengah, menginginkan paket pelatihan yang langsung bekerja sama dengan mitra industri atau pabrik besar, sehingga seluruh peserta yang lulus memiliki peluang kerja. Kami juga melayani kelas khusus dari perusahaan untuk memenuhi kebutuhan kompetensi SDM tertentu,” jelasnya.
Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang konkret sehingga memberikan manfaat bagi kedua daerah, khususnya dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan sektor industri, serta penguatan daya saing ekonomi daerah.
“Mudah-mudahan komunikasi yang telah terjalin ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang konkret dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, khususnya dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja dan pengembangan sektor industri daerah,” pungkasnya.
(Red)



