Seputar Kepri

Ratusan Ekor Ikan di Kolam Sangkuriang Mati, Diduga Akibat Banjir dari Pembangunan Peternakan Ayam

Ketua Kelompok Budidaya Air Tawar Sangkuriang, Asiong. (Foto: Ist) ok

PRIMETIMES.ID, BINTAN- Ratusan ekor ikan di tambak milik kelompok peternak ikan Sangkuriang mati diduga akibat banjir dari pembangunan peternakan ayam di Toapaya Selatan, Bintan, Mei 2024 lalu.

Kejadian tersebut menjadi pembicaraan hangat di tengah publik, pasalnya hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak perusahaan peternakan ayam dan pemerintah setempat terkait ganti rugi.

Ketua Kelompok Budidaya Air Tawar Sangkuriang, Asiong/Cherry (54 thn) sangat menyesalkan pihak perusahaan yang sampai saat ini belum merespons kejadian tersebut.

Asiong dan kelompoknya merasakan nasib mereka yang kian hari semakin tidak jelas karena tidak ada kepastian dari pihak perusahaan yang dianggap bertanggungjawab.

“Yang pasti usaha kami tidak akan bisa dimanfaatkan lagi, sebab saluran air sebelumnya sudah ditutup pihak perusahaan, ditambah lagi jika kondisi hujan deras membuat tambak kita terbenam yang menyebabkan ikan yang ada di tambak mati semua,” ujarnya, Minggu (9/6/2024).

Selain tambak ikan milik kelompok Sangkuriang, ada juga warga yang terkena imbas.

Pemilik kebun sayur di lokasi itu, Sarnam (53 thn) mengakui hal yang sama juga dialaminya.

“Hingga saat ini lahan yang biasanya dapat kami olah untuk bertani sayuran, sekarang bercampur pasir dan airnya sangat keruh, sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi,” ujarnya.

Ia berharap ada campur tangan pihak pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah ini.

Sementara Camat Toapaya Selatan, Ivan saat dihubungi mengatakan bahwa dirinya bersama UPT Perikanan telah mengecek lokasi pembibitan ikan milik kelompok Sangkuriang untuk mencari jalan penyelesaian hal tersebut.

“Kami bersama dinas terkait secepatnya berkoodinasi dengan pihak perusahaan ternak ayam untuk menyesaikan masalah itu,” terangnya, Selasa (14/5/2024), dilansir dari Sidaknews.com.

Ketua RT setempat, Taufik, saat dihubungi beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa ia sudah mendapat informasi terkait matinya ikan-ikan yang ada di kolam pembibitan milik kelompok Sangkuriang diduga akibat banjir dan ditutupnya aliran air dari arah perusahaan peternakan ayam yang ada di lokasi tersebut.

“Masalah itu sudah kita sampaikan ke pihak perusahaan agar segera diadakan mediasi dengan warga yang terdampak, dan melibatkan pihak pemerintah Kabupaten Bintan, seperti perikanan, DLH dan juga perangkat desa,” ujarnya.

Sekretaris Perikanan Kabupaten Bintan, Muin saat dikonfirmasi via WA, mengatakan bahwa masalah tersebut sudah dilanjutkan ke DLH Bintan.

“Kemungkinan kita akan turun ke lapangan dan menunggu arahan dari pimpinan,” sebutnya dilansir dari Sidaknews.com.

Media ini juga sudah mencoba konfirmasi dengan manajemen dengan mendatangi perusahaan peternakan ayam yang dimaksud, namun belum berhasil.

Salah seorang petugas di pos keamanan di perusahaan peternakan ayam tersebut (tidak ingin disebutkan namanya, red) mengatakan bahwa pimpinannya sedang tidak berada di tempat.

“Akan kita sampaikan ke pimpinan,” ujarnya singkat.

(S: Ist-Sidaknews.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker