Ganjar Pranowo Comeback!
Beberapa waktu lalu saya menonton pertandingan catur yang sangat menghibur antara sang juara dunia Magnus Carlsen melawan Awonder Liang. Partai itu berlangsung dalam kejuaraan Pro Chess League.
Siapapun pasti menebak sang juara dunia bakal tumbang saat itu. Posisinya sudah sangat terdesak. Bahkan papan analisa mesin catur menunjukkan peluang kemenangannya hanya 10 persen. Ditambah lagi raut muka Magnus Charlsen yang sudah kacau, sampai beberapa kali harus mengacak-acak rambutnya.
Namun siapa menyangka, di sisa waktu kurang dari sepuluh detik, dia bangkit. Dan yang membuat semua orang tercengang, dia mampu mengembalikan keadaan hingga kemudian berhasil memenangkan pertandingan.
Itulah sisi menarik setiap pertarungan, selalu ada kejutan-kejutan yang tak terduga. Apa yang bisa saya petik dari pertandingan itu adalah fakta bahwa karakter juara memang tidak mudah dihancurkan. Meski dalam situasi paling terpuruk sekalipun, ia mampu bangkit kembali.
Jika disandingkan dengan kondisi politik hari ini, saya kira situasi itu tak berbeda jauh dengan Ganjar Pranowo. Kepemimpinan Ganjar selama ini sudah teruji. Beberapa kali disikat dan dihajar, ia tetap tegar. Bahkan kharisma dan wibawanya sebagai seorang pemimpin tidak meredup secuilpun.
Kita tahu polemik batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 membuat Ganjar dihajar warganet. Serangan bertubi-tubi menghantamnya. Tapi dengan tegak Ganjar hadapi, ia tidak lari.
Bahkan hujatan-hujatan itu, nyata-nyata tidak sedikitpun menyurutkan niat Ganjar untuk tetap memberikan pelayanan yang paling baik buat masyarakat. Ganjar tetap hangat saat mengantar warganya yang hendak mudik gratis.
Saya yakin dukungan masyarakat pada Ganjar pun akan kembali menguat. Di medsos saja sudah mulai terlihat, mereka yang sempat kecewa karena sepakbola, kini mulai kembali lagi mendukungnya. Ditambah fakta-fakta di balik polemik tersebut mulai berkelindan ke permukaan.
Jadi jika survei elektabilitas Ganjar sempat menurun 8,1 persen (dari 32 persen menjadi 26,9 persen) sesuai survei LSI yang diadakan secara online dari 31 Maret-4 April, mungkin benar. Tapi ini belum final. Pilpres 2024 masih menyisakan banyak waktu, dan semua kemungkinan bisa terjadi, termasuk bangkitnya kembali elektabilitas Ganjar ke papan teratas.
Buktinya langsung terjawab dari survei SMRC terbaru, yang dilakukan dari 3-11 April. Dari survei tatap muka tiga nama itu, Ganjar Pranowo menempati urutan pertama dengan perolehan 33,2 persen, disusul Prabowo 31,5 persen, kemudian Anies Baswedan 24,2 persen.
Memang selisih Ganjar dan Prabowo masih berjarak tipis. Tapi sudah pasti akan semakin jauh selisihnya jika Ganjar sudah resmi dideklarasikan partainya PDI Perjuangan.
Bisa dibayangkan jika tiket pencapresan itu sudah berada di genggamannya. Arus dukungan terhadap Ganjar sudah pasti langsung melonjak. Tidak ada lagi keraguan bagi siapapun yang hendak mendukungnya.
Ketika karpet sudah digelar di hadapan Ganjar, semua tim, semua relawan di seantero negeri, ditambah mesin-mesin partai baik dari pengusung maupun pendukung, sudah pasti seluruhnya akan bekerja mengkampanyekan dan memenangkan Ganjar.
Sama seperti dalam catur, semua bidak punya peranannya masing-masing. Semua bidak akan saling terhubung dan bekerja sama untuk mengamankan rajanya, hingga membawanya ke puncak kemenangan.
Belum lagi jika kita bicara dukungan Jokowi. Jika diandaikan dalam catur, pada Pilpres 2024 nanti Jokowi ibarat patih, ia punya kekuatan besar. Sudah terlihat jelas bahwa nampaknya Jokowi bakal mempercayakan Ganjar untuk meneruskan mimpi besarnya membawa Indonesia maju. Bukan hanya karena saudara satu partai, namun memang hanya Ganjar yang selama ini terbukti mampu bekerja dan nyata melahirkan inovasi.
Itulah kenapa saya yakin tidak lama Ganjar akan melewati situasi ini, dan kembali menduduki puncak survei. Sebab kinerja, track record, selamanya menjadi gambaran untuk melihat kapasitas seorang pemimpin.
(Oleh: Sobar Harahap)



