Opini

Di Balik Kunjungan Lima Hari Jokowi di Solo

Oleh : Sobar Harahap

“Persahabatan berubah jadi ikatan. Dan ikatan itu tak akan pernah hancur. Kita sudah melangkah sejauh ini dari tempat kita memulainya.”

Potongan lagu “See You Again” dari Wiz Khalifa itu, rasanya cocok untuk mengilustrasikan pertemuan Jokowi dan Ganjar di Solo kemarin. Kedekatan hubungan keduanya memang tak mudah dihancurkan, sekalipun badai keras mulai menerpanya.

Aku memang bukan pakar komunikasi, tapi aku bisa melihatnya dengan kaca mata yang paling sederhana. Sama seperti anak manusia lainnya, mereka adalah dua sahabat, yang saling menguatkan jika salah satu di antara mereka ada yang mendapat cobaan.

Sejak Indonesia batal sebagai tuan rumah Piala Dunia U20, banyak hujatan dilontarkan ke Ganjar. Narasi yang kemudian muncul pun tak jarang membenturkan Ganjar dengan Jokowi. Ada yang bilang mereka tidak lagi sejalan, bahkan sampai ada yang begitu mengada-ada hingga menyebut Ganjar antitesa Jokowi.

Siapa menyangka bahwa Jokowi kemudian lekas bertandang ke Jawa Tengah untuk menepis tuduhan-tuduhan itu, sekaligus juga mampu memberikan kekuatan dan dorongan. Betapa kuat ikatan emosial yang diperlihatkan keduanya.

Dengan pertemuan itu, kebenaran yang selama ini samar pun menjadi lebih terang. Bahwa keduanya memang sudah sejalan sejak awal, tetap satu pandangan, dan saling mempercayai satu sama lain.

Jika menengok kembali kedekatan Jokowi dengan Ganjar, memang sudah sangat lama terjalin. Kedekatan ini bukan hanya karena mereka sama-sama kader PDIP, atau hanya karena kebetulan menyukai musik-musik cadas, tapi lebih karena diikat satu simpul perjuangan yang sama di jalan politik yang selama ini mereka ambil.

Makanya gaya kepemimpinan mereka pun cenderung sama. Mereka bukan tipe pemimpin yang hanya sibuk menunjuk sambil berleha-leha di belakang meja. Mereka lebih memilih bertemu langsung dengan masyarakat, agar bisa melihat dan merasakan persoalan yang dihadapi rakyatnya.

Ada cerita ketika Jokowi dan Ganjar makan soto gading di Solo. Saat itu warung penuh sesak. Jokowi yang ketika itu sebagai walikota dan Ganjar anggota DPR memilih tetap menunggu, enggan diprioritaskan, dan meminta penjualnya untuk melayani para pelanggan lain yang lebih dulu mengantri.

Sikap-sikap seperti inilah yang sangat sulit dimiliki pemimpin lain di negeri ini. Bukannya menikmati keistimewaan sebagai pejabat, mereka justu menanggalkan baju kebesaran itu.

Kenyataannya, dari sana, masyarakat jadi merasa dekat dengan sosok pemimpinnya sendiri, sehingga tidak ada rasa sungkan untuk menyampaikan aspirasi ataupun mengadukan keluhan. Dari aspirasi-aspirasi inilah yang kemudian akan melahirkan kebijakan bagi pemimpin, hingga terobosan-terobosan untuk memberikan keberadilan.

Aku sangat yakin, keberhasilan Jokowi dalam mewujudkan pemerataan di negeri ini sangat erat kaitannya dengan sikap kepemimpinannya yang tak berjarak dengan rakyat. Tidak ada gagasan besar yang lahir dari angan-angan belaka. Gagasan besar lahir atas pengamatan, serta kepekaannya melihat kondisi sosial, yang hanya didapatkan seorang pemimpin dengan terjun langsung ke masyarakat. Tanpa itu semua, mustahil semua pencapaian besar itu bisa digenggamnya.

Aku kira, kesamaan pandangan inilah yang membuat hubungan antara Jokowi dan Ganjar begitu dekat. Mereka bukan hanya nyambung, namun juga satu pemikiran soal kemajuan.

Kalau dilihat-lihat, memang hanya Ganjar sosok pemimpin yang mau turun langsung ke masyarakat, mau hadir ke tengah-tengah persoalan rakyat. Jika persoalan di Jateng adalah kemiskinan, maka Ganjar melahirkan sekolah gratis, hingga merenovasi jutaan rumah milik warga miskin. Angka kemiskinan di provinsi ini pun terus menerus berkurang.

Sangat wajar jika kemudian Jokowi mempercayakan Ganjar untuk meneruskan kepemimpinannya, meneruskan pondasi-pondasi kemajuan yang sudah dibangun.

Sikap itu bisa kita lihat dari kunjungan Jokowi di Jateng kali ini yang berlangsung selama lima hari berturut-turut. Jokowi memilih tinggal sementara di Solo. Apakah itu kebetulan saja? Tentu saja tidak, ada sesuatu yang memang betul-betul prioritas dan ingin Jokowi tunjukkan pada kita semua.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker