Lis: Sekolah Rakyat Bukan Sekedar Program, Tetapi Upaya Bersama untuk Ciptakan Indonesia Emas 2045
PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG-
Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang direncanakan akan mulai berjalan pada September 2025.
Rakor dipimpin langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH bersama Dandim 0315/TPI, di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota, Senin (4/8/2025).
Dalam arahannya, Lis menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan langkah dalam menjawab persoalan anak-anak yang belum atau tidak bisa bersekolah karena keterbatasan ekonomi.
“Kita tidak boleh menutup mata terhadap realitas ini. Sekolah Rakyat bukan sekadar program, tetapi upaya bersama untuk menciptakan Indonesia Emas 2045 dengan memastikan setiap anak mendapatkan hak dasarnya, yakni pendidikan,” ucapnya.
Lis juga menegaskan bahwa Perangkat Daerah, camat, lurah, serta RT/RW harus aktif turun ke lapangan untuk menyampaikan informasi, menyebarkan formulir pendaftaran, serta membantu masyarakat memahami manfaat program.
Pemerintah juga menyiapkan jaringan koordinasi di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mempercepat proses pendataannya.
“Masih kita lihat, anak-anak mengemis atau meminta-minta. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Untuk itu diminta kepada Camat dan Lurah bekerja sama dengan Dinas Sosial, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk menjangkau kelompok ini agar anak-anak mereka bisa masuk dalam program Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Ditambahkannya, keberhasilan program ini akan menjadi bukti nyata bahwa Kota Tanjungpinang mendukung serta serius mengatasi kemiskinan melalui pendidikan.
“Maka diharapkan semua pihak bersatu, saling berkoordinasi, dan menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat. Sosialisasi harus merata, agar program Sekolah Rakyat benar-benar menyentuh sasaran,” pungkasnya.
Sementara itu, Dandim 0315/TPI, Letnan Kolonel Infanteri Abdul Hamid, S.I.P., menyampaikan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat.
Ia menyebutkan bahwa jajaran TNI, khususnya Babinsa, siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah, lurah, dan camat dalam pendataan dan penjangkauan calon siswa.
“Kami siap membantu Pemerintah Kota Tanjungpinang menyukseskan program ini, demi memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah, Zulhidayat, S.Hut, menambahkan bahwa keunikan program Sekolah Rakyat terletak pada pendekatannya yang holistik, di mana tidak hanya anak-anak yang mendapat perhatian tetapi juga orang tua mereka.
“Dalam formulir pendaftaran, orang tua calon siswa juga akan ditanya kesediaannya untuk ikut serta dalam program pengembangan ekonomi keluarga. Ini bagian dari strategi pemerintah dalam mengatasi kemiskinan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Dipaparkannya, target kuota awal untuk pelaksanaan Sekolah Rakyat di September 2025 adalah 100 siswa, yang terbagi menjadi 3 kelompok belajar yaitu 50 siswa tingkat SD, 25 siswa tingkat SMP, dan 25 siswa tingkat SMA.
“Pemerintah Kota Tanjungpinang optimis, dengan semangat gotong royong dan kerja kolaboratif, program ini akan menjadi salah satu model penanganan kemiskinan berbasis pendidikan yang efektif dan menjadi jawaban nyata atas mandat Presiden RI untuk mempercepat pembangunan manusia Indonesia,” sebutnya.
Rapat dihadiri oleh Polresta, Danramil, Babinsa dan Bhabinkamtibmas se- Kota Tanjungpinang, Dinas Sosial Provinsi Kepri, serta Camat dan Lurah.
(Red)



