Seputar Kepri
Trending

Hingga Juni 2025, Terdapat 54 Kekerasan Terhadap Anak di Tanjungpinang

PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG-
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri, S.T., menyampaikan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tanjungpinang, masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan serius.

“Berdasarkan data dari UPTD PPA Kota Tanjungpinang hingga Juni 2025, terdapat 29 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 54 kasus kekerasan terhadap anak,” ungkap Yoni.

Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya lembaga penyedia layanan penanganan di Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (16/7/2025).

Pelatihan trauma healing, manajemen stres untuk Petugas Layanan, dan Pelatihan Penerapan Kode Etik Perlindungan dari Kekerasan Seksual tersebut dibuka secara langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.

Dalam sambutannya, Lis mengapresiasi atas pelaksanaan pelatihan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan dan penanganan.

“Melalui pelatihan ini diharapkan menjadi langkah bersama dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Lis menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan upaya penting untuk menjamin rasa aman, adil, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Menurutnya, perempuan harus dapat berdaya secara produktif dan anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan optimal.

“Banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak adalah masalah serius. Upaya melindungi perempuan dan anak membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga masyarakat, tenaga pendidik, aparat keamanan, hingga masyarakat luas,” jelas Lis.

Lis juga menekankan agar pelatihan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi diaplikasikan dalam menangani kasus-kasus kekerasan di lingkungan sekitar.

“Pencegahan bisa kita mulai dari lingkungan keluarga. Tanamkan kebiasaan baik, kuatkan iman dan takwa anak-anak melalui salat dan mengaji, serta limpahkan kasih sayang agar mereka tidak mencari sosok pengganti di luar sana. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat mewujudkan Tanjungpinang yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutupnya.

(Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker