Cegah Kebocoran PAD, Lis Imbau Warga Tanjungpinang Wajib Minta Karcis saat Parkir

PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG-
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengimbau seluruh masyarakat Tanjungpinang agar senantiasa meminta karcis resmi saat melakukan parkir.
Ia menegaskan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tanjungpinang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, setiap transaksi parkir tanpa karcis dianggap tidak sah, dan pengguna kendaraan tidak wajib membayar.
“Kalau tidak ada karcis, tidak usah bayar. Ini bukan sekadar imbauan, tapi diatur jelas dalam Perda. Jadi masyarakat punya hak untuk menolak membayar jika tidak diberi karcis,” tegas Lis di Tanjungpinang, Jumat (20/6/2025).
Langkah ini merupakan bagian dari pembenahan sistem perparkiran di Kota Tanjungpinang, yang terus digiatkan oleh Lis Darmansyah sejak menjabat kembali sebagai wali kota.
Menurutnya, sistem parkir yang rapi dan transparan akan mencegah kebocoran pendapatan serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bisa digunakan untuk membiayai pembangunan kota.
“Kita ingin menutup semua celah kebocoran PAD. Salah satunya dari sektor parkir. Maka itu, sistem ini harus diperbaiki. Dan partisipasi masyarakat sangat penting, cukup dengan satu tindakan kecil: minta karcis setiap kali parkir,” ujarnya.
Lis menegaskan bahwa aturan ini juga menjadi instrumen pengawasan. Petugas parkir resmi wajib memberikan karcis kepada setiap pengguna jasa. Jika tidak, maka pungutan yang dilakukan dianggap ilegal.
Ia pun memerintahkan Dinas Perhubungan untuk menertibkan dan menindak petugas atau juru parkir yang masih melanggar aturan ini.
“Kita tidak ingin warga dirugikan, dan kota kehilangan pendapatan. Maka, karcis parkir bukan hanya bukti pembayaran, tapi bagian dari sistem yang harus ditegakkan,” tegasnya.
Bagian dari Gerakan Tanjungpinang Berbenah
Upaya penertiban parkir ini juga merupakan bagian dari gerakan besar pembenahan Kota Tanjungpinang yang digulirkan Lis Darmansyah sejak awal kepemimpinannya.
Melalui berbagai langkah, mulai dari penataan kawasan kota, revitalisasi pasar, hingga pembenahan sistem pelayanan publik, Lis ingin membangun Tanjungpinang yang tertib, manusiawi, dan berpihak kepada masyarakat.
“Parkir mungkin terlihat sepele, tapi di situlah wajah kota kita dimulai. Kalau sistem kecil seperti ini tertib, maka pembangunan besar akan lebih mudah dilakukan,” pungkasnya.
(Red)



