Musrenbang RKPD Tanjungpinang 2026, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksikan 4,22 Hingga 5,11 Persen
PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG-
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tanjungpinang tahun 2026.
Kegiatan diselenggarakan di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senggarang, Rabu (11/6/2025).
Dalam sambutannya, Lis menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD merupakan forum strategis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan kota untuk satu tahun ke depan.
“Forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan usulan pembangunan dari masyarakat, hasil Musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan serta program prioritas dari perangkat daerah. Musrenbang ini merupakan momentum yang penting bagi kita semua untuk bersama sama berbenah merancang masa depan Kota Tanjungpinang, menyelaraskan cita-cita bersama dimana di dalamnya terjadi proses negosiasi, rekonsiliasi dan harmonisasi antara Pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mencapai konsensus bersama mengenai prioritas kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026,” ucapnya.
Lanjut dikatakannya, Musrenbang tahun ini telah melalui serangkaian tahapan yang melibatkan secara aktif seluruh pemangku kepentingan pembangunan. Mulai dari unsur Pemerintahan, DPRD, dunia usaha, kaum intelektual, akademisi, hingga elemen masyarakat.
“Melalui keselarasan dan keterpaduan peran serta fungsi dari seluruh pihak tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang membangun fondasi yang kokoh dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Lis berharap Musrenbang RKPD tahun 2026 ini untuk bergotong-royong mengukir masa depan Kota Tanjungpinang.
“Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan Tanjungpinang yang kita cita-citakan bersama. Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal membangun karakter dan jati diri masyarakat yang religius, kreatif, dan berintegritas, dengan budaya Melayu sebagai akar identitas kota. Kita ingin mewujudkan Tanjungpinang sebagai kota yang inklusif dan berkeadaban, di mana setiap warganya memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berdaya. Mari kita jaga harmoni sosial, menjunjung tinggi toleransi serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita,” tutupnya.
RKPD tahun 2026 dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan secara berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat, melalui fokus pada sektor-sektor strategis yang mampu mendorong kemajuan ekonomi, sosial dan tata kelola pemerintahan yang efektif.
Indikator pembangunan utama yang menjadi target Pemerintah Kota Tanjungpinang tahun 2026 antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai 82,40, sebagai refleksi dari peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Pertumbuhan ekonomi daerah diproyeksikan tumbuh positif pada kisaran 4,22% hingga 5,11%, dengan inflasi terjaga pada kisaran 1,5% hingga 3,5%. Tingkat kemiskinan ditargetkan turun hingga 5,91%, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diharapkan turun menjadi 4,58%. Untuk mewujudkan keadilan sosial, Rasio Gini ditargetkan membaik menjadi 0,345.
Pemerintah Kota Tanjungpinang merumuskan lima arah kebijakan strategis yang menjadi pijakan utama dalam pelaksanaan pembangunan tahun 2026, yaitu: Pembangunan manusia melalui peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, dan pemberdayaan kelompok rentan melalui insentif bagi lansia, kader posyandu, imam masjid, guru agama, serta masyarakat disabilitas. Dalam Pembangunan ekonomi melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis lokal melalui program bantuan modal usaha, pelatihan, serta fasilitasi UMKM, khususnya di tingkat RT dan RW. Bidang Pembangunan Infrastruktur Wilayah melalui pemerataan infrastruktur dasar dan penataan kawasan kumuh pesisir yang ramah lingkungan, dengan fokus pada pemerataan dan keberlanjutan. Bidang Lingkungan Hidup melalui Penataan kawasan perkotaan, pengelolaan limbah, serta penyediaan ruang terbuka hijau yang representatif dan berkelanjutan. Tata Kelola Pemerintahan melalui Penguatan pelayanan publik berbasis digital (E-Government), Penyusunan regulasi pendukung pembangunan, Perlindungan cagar budaya dan kawasan bersejarah yang belum tercatat nasional, serta Peningkatan kualitas kehidupan beragama dan penguatan karakter masyarakat yang berakhlak.
Selanjutnya dilaksanakan penyerahan penghargaan kepada pelaksana Musrenbang terbaik Tingkat Kecamatan dan Kelurahan, serta penghargaan kepada perusahaan yang berperan aktif pada pada pembangunan Kota Tanjungpinang.
Penandatangan Komitmen Bersama Implementasikan Satu Data Indonesia dalam setiap penyelenggaraan kegiatan statistik.
(Red)



