Lagi, Satreskrim Polres Bintan Ungkap Kasus TPPO, Selamatkan 8 Calon PMI Non Prosedural

PRIMETIMES.ID, BINTAN-
Satreskrim Polres Bintan kembali berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan menyelamatkan 8 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, yang akan diberangkatkan dari Bintan ke Malaysia pada Sabtu, (11/11/2023) dini hari.
Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Marganda Pandapotan, mengatakan bahwa pengungkapan kasus TPPO ini berawal dari adanya informasi dari masyarakat pada Jumat (10/11/2023) sekira pukul 13.00 WIB bahwa akan ada pemberangkatan calon PMI non prosedural yang berlokasi di Pantai Shady Shack, Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang.
Atas informasi tersebut, Satreskrim Polres Bintan melakukan penyelidikan.
“Hasil penyelidikan, kita berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial H yang diduga sebagai pelaku TPPO. H berperan sebagai tekong kapal yang mengatur keberangkatan calon PMI non prosedural tersebut,” ujarnya kepada Primetimes.id.
Selanjutkan dilakukan interogasi terhadap H. Terduga pelaku tersebut pun mengakui bahwa benar akan memberangkatkan 8 laki-laki calon PMI non prosedural ke Malaysia.
8 calon PMI non prosedural tersebut adalah: MMA (27 thn), J (32 thn), S (41 thn), MI (28 thn), MA (26 thn), N (53 thn), MN (29 thn) dan M (30 thn). Semuanya berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sebelum dibawa ke Gunung Kijang, 8 calon PMI non prosedural tersebut diinapkan di salah satu rumah yang ada di Kampung Bulang, Kota Tanjungpinang.
Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Marganda Pandapotan juga mengatakan bahwa dalam kasus ini pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut.
“Kami ingin memastikan apakah masih ada tersangka pelaku lainnya dalam kasus ini. Sementara untuk pengurusan yang dilakukan pelaku, para korban mengaku telah dirugikan dengan total Rp80.000.000,- ” terangnya.
Pada Senin (13/11/2023) dini hari, Satreskrim Polres Bintan kembali berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial L.
“Satu lagi pelaku dalam kasus ini kita amankan di Tanjungpinang. Pelaku L berperan membawa para calon PMI non prosedural tersebut dari tempat inap untuk diberangkatkan. Hasil pemeriksaan sementara, L mengakui bahwa ia mendapat keuntungan Rp50.000,- dari setiap calon PMI non prosedural yang dijemput,” terang AKP Marganda Pandapotan.
Atas perbuatannya, para pelaku diancam dengan pasal 4 Jo pasal 10 Undang-Undang RI Nomor 21 tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 81 Jo pasal 69 Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, sebagaimana diubah dalam Undang-undang RI nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi undang-undang.
“Ancaman pidana paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun,” pungkas Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Marganda Pandapotan.
(Red)