Hukrim

Embat Uang Tagihan Listrik Warga Hingga 66 Juta, Pasutri di Karimun Ini Diciduk Polisi

PRIMETIMES.ID, KARIMUN,
Polres Karimun berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh pasutri.

Konferensi pers tentang pengungkapan kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh tersangka NA (Istri) dan Y (Suami) digelar oleh Polres Karimun yang dipimpin oleh Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan, SIK dengan didampingi Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono, SIK di Mapolres Karimun, Jumat (2/10/2020).

Dalam Konferensi pers tersebut, Kapolres Karimun menyampaikan bahwa tersangka NA dan Y merupakan pasangan suami istri (Pasutri).

Modus operandi tersangka membuka agen pembayaran tagihan listrik, air, BPJS dan pembayaran kredit lainnya. Akan tetapi tersangka NA tidak menyetorkan semua pembayaran tagihan listrik yang dibayarkan pelanggan melalui agen milik tersangka ke bank atau sistem pembayaran lainnya.

“Uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi,” ujar Kapolres.

Kapolres Karimun juga mengatakan, saat ini jumlah masyarakat yang menjadi korban penipuan dan penggelapan sebanyak 78 orang dengan total kerugian sebesar Rp 66.268.000,-

“Tersangka sejak bulan Mei 2020 membuka agen pembayaran tagihan listrik, air, BPJS dan kredit lainnya. Pada bulan September 2020 tersangka tidak menyetorkan uang milik pelanggan ke bank. Alhasil sebagian warga pelanggan listrik PLN mendapat surat tunggakan listrik dan akan dilakukan pemutusan arus listrik,” ujar Kapolres.

Uang pelanggan dipergunakan oleh tersangka NA dan Y untuk kepentingan pribadi. Dan tersangka memiliki belasan pinjaman kredit online yang harus dibayar.

“Sehingga tersangka menggali lubang dan tutup lubang untuk membayarkan tagihan pinjaman kredit onlinenya,” kata Kapolres.

Sejumlah barang bukti sudah diamankan penyidik yang digunakan tersangka dalam melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Atas perbuatannya, para tersangka melanggar pasal tindak pidana penipuan atau penggelapan dan perbuatan berlanjut sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 atau pasal 64 ayat (1) K.U.H.Pidana.

“Ancaman penjara paling lama 4 tahun,” pungkas Kapolres Karimun.

(Sumber: Humas Polres Karimun)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker