Lantamal IV Tanjungpinang “Dibombardir” Pesawat Asing, Marinir Diterjunkan, Lumpuhkan Musuh Dengan Tembakan Arhanud
PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV “diserang dan dibombardier” oleh pesawat musuh, Selasa (15/09).
Menyikapi “serangan” tersebut, Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IV yang merupakan tugas pokoknya, diterjunkan untuk mengambil alih tugas dan situasi.
Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IV pun bertempur melawan musuh dengan gigih dan hebat. Dan dalam pertempuran tersebut pesawat musuh dapat dilumpuhkan dengan tembakan senjata Artileri Pertahanan Udara (Arhanud).
Namun kejadian tersebut hanya merupakan bagian dari rangkaian latihan yang diskenariokan oleh Lantamal IV Tanjungpinang dalam Latihan Pertahanan Pangkalan (Hanlan) dan Penindakan Huru-Hara (PHH) pada Uji Petik Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) P- 1 dan P- 2 di Mako Lantamal IV, Batu Hitam, Tanjungpinang, Selasa (15/09) pagi.
Untuk latihan yang kedua yaitu PHH yang diskenariokan. Lantamal IV didemo oleh sekelompok pendemo dari masyarakat nelayan Teluk Keriting, di mana tuntutan demonya adalah agar Lantamal IV mengeluarkan nelayan yang ditangkap oleh kapal dari Lantamal IV. Disinyalir kapal nelayan tersebut menangkap ikan menggunakan alat tangkap berupa pukat harimau.
Awalnya pendemo masih bersahabat, namun karena permintaanya tidak diindahkan, pedemo mulai anarkis dan berhasil menerobos pintu pagar Pos Penjagaan Lantamal IV.
Karena pendemo sudah brutal sehingga diturunkan satu peleton PHH Lantamal IV untuk menghalau pendemo. Hanya dalam beberapa menit saja pendemo dapat dibubarkan tanpa ada perlawan.
Kadispen Lantamal IV, Mayor Marinir Saul Jamlaay mengatakan bahwa latihan ini adalah salah satu uji petik penilaian kegiatan dari Glagaspur Pangkalan.
“Sehingga kita para Prajurit Lantamal IV dapat diuji sampai sejauh mana bertindak yang tepat yaitu siapa berbuat apa dalam menghadapi setiap penugasan,” ujarnya.
(BUNG MANURUNG)



