Ekonomi

Koperasi Jannatul Ummahati Shobirin, Jatuh Bangun Hingga Jadi Koperasi Terbaik Kota Tanjungpinang

Seorang pembeli tampak sedang berbelanja di UKM Mart milik koperasi JUS. (Foto: Bung Manurung)

PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG,
Membangun sebuah koperasi yang baik, tangguh dan sehat itu diakui tidaklah mudah. Dibutuhkan kegigihan semangat, kejujuran, kerjasama serta visi dan misi yang sama dari seluruh anggota. Terkadang koperasi yang dibangun itu melewati fase-fase yang berat, sulit berkembang bahkan mengalami kerugian yang membuat hilangnya semangat para anggota untuk berjuang dan tumbuh bersama.

Demikian juga yang dialami oleh Koperasi Jannatul Ummahati Shobirin (JUS) yang berada di Jl. Cempedak, RW II, Kelurahan Kampung Baru, Tanjungpinang.

Koperasi yang dibangun dan dikelola oleh para ibu rumah tangga ini telah melewati fase tersebut. Masa-masa sulit yang dialami oleh koperasi yang lahir pada 14 November 2007 silam membuat para pengurus dan anggota hampir kehilangan semangat untuk memperjuangkan koperasi mereka.

“Awal berdiri dengan simpanan pokok Rp 25 ribu dan simpanan wajib sebesar Rp 5 ribu dan jumlah anggota awal itu 22 orang. Bidang usaha kami awalnya hanya simpan pinjam. Kami melayani anggota dengan pinjaman yang sangat kecil, mulai dari Rp 150 ribu,” ujar Ketua Koperasi Jannatul Ummahati Shobirin, Sri Lestari kepada Primetimes.id sesaat sebelum acara Rapat Anggota Tahunan koperasi tersebut dimulai, Sabtu (29/02/2020).

Sri Lestari menjelaskan bahwa koperasi yang diketuainya kini telah memiliki unit usaha UKM Mart yang dapat melayani beberapa kebutuhan para anggotanya. Total anggota koperasi JUS kini sebanyak 125 orang.

UKM Mart tersebut awalnya juga tidak langsung mampu menghasilkan keuntungan. Malah sebaliknya, pernah mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

“Sekarang sudah ada UKM Mart yang berdiri tahun 2014. Dan di tahun 2015 kita bukan mendapat untung, malah rugi sampai 4 juta lebih,” ujar Sri Lestari.

Koperasi JUS melaksanakan RAT tahun buku 2019 yang dihadiri juga oleh Tim dari Disnakerkopum Tanjungpinang. (Foto: Ist- Mus)

Namun, lanjut ibu paruh baya tersebut, kerugian itu dapat ditutupi dengan dana cadangan yang dimiliki oleh koperasi tersebut. Dana cadangan tersebut juga dipakai untuk membayar biaya operasional dan gaji karyawan.

“Tahun 2016 keuntungan yang didapat sebesar Rp 1 juta dan di tahun 2017, keuntungan hanya Rp 31 ribu. Kita sempat mengalami krisis percaya diri untuk melanjutkan koperasi kita,” jelasnya.

Berbekal sisa-sisa semangat ada, ia mengajak seluruh anggota untuk tetap optimis memperjuangkan dan mengembangkan unit usaha mereka.

“Kita tetap mendorong semangat anggota kita untuk memajukan bersama UKM Mart yang kita miliki. Dan kini hasilnya mulai terlihat. Kita dapat menghasilkan keuntungan hingga Rp 7 juta lebih di tahun buku 2019,” ujarnya penuh semangat.

Sri Lestari mengakui bahwa tanpa partisipasi aktif seluruh anggota, mustahil koperasi yang mereka dirikan ini dapat bertahan hingga menghasilkan keuntungan yang terus menunjukkan kenaikan tiap tahunnya.

Bimbingan, penyuluhan dan pendampingan dari dinas terkait juga diakuinya sangat membantu mereka untuk dapat tetap bertahan dan bertumbuh menjadi mandiri.

“Dari dinas koperasi selalu ada penyuluhan, bimbingan dan pendampingan. Awalnya kita belum bisa membuat pembukuan yang sesuai dengan aturan. Sekarang kami sudah mandiri, melakukan sendiri pembukuan dan laporan keuangan yang sesuai dengan aturan yang berlaku,” terang Sri Lestari.

Saat media ini menyinggung tanggapan para pengurus apabila koperasi yang mereka kelola didaulat menjadi koperasi terbaik, ibu bersahaja ini tampak tertunduk sejenak. Matanya tampak berkaca-kaca. Ia menarik napas perlahan dan mengangkat wajahnya. Dengan sangat rendah hati ia mengaku bahwa pengurus dan anggota koperasinya tidak ada ambisi untuk menjadi koperadi yang terbaik.

“Kami hanya ingin bekerja dan mengelola koperasi kami dengan baik, dengan semangat kebersamaan yang dimiliki oleh para ibu rumah tangga. Kami semua menghargai semangat kami yang telah melewati fase dan masa-masa yang berat. Bisa bertahan melewati itu saja kami sudah bersyukur alhamdulillah,” katanya.

Suasana jelang acara RAT Koperasi JUS dimulai (Foto: Bung Manurung)

Sementara itu, Kasie Kelembagaan dan Pengembangan Koperasi pada Disnakerkopum Kota Tanjungpinang, Muharinus, SE melalui Penyuluh Koperasi Lapangan, Mustakim, SE mengatakan bahwa Koperasi JUS adalah salah satu koperasi terbaik milik masyarakat yang ada di Tanjungpinang.

“Koperasi JUS tiga besar koperasi terbaik di Tanjungpinang. Hal ini dinilai dari tertib administrasi, tertib pelaporan keuangan dan pelaksanaan RAT serta tertib manajemen menjalankan usaha. Dari segi tumbuh kembang jumlah anggota dan usaha juga menjadi penilaian kita,” ujarnya.

Mustakim juga mengatakan bahwa Pemko Tanjungpinang akan mengirim tiga koperasi terbaik kota Tanjungpinang yang sudah diseleksi untuk mengikuti kegiatan pada Hari Koperasi yang diselenggarakan oleh Kemenkop pada 12 Juli mendatang.

“Koperasi JUS dan dua koperasi terbaik milik masyarakat Tanjungpinang akan diberangkatkan nantinya,” ujar Mustakim sesaat usai mengikuti acara RAT koperasi JUS.

Pada kesempatan tersebut, Mustakim juga mengajak seluruh anggota masyarakat untuk menumbuhkembangkan semangat berkoperasi untuk membantu ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Mari berkoperasi. Dengan menjadi anggota koperasi yang aktif kita jelang peningkatan kesejahteraan kita. Koperasi itu keren!” Ujarnya mantap.

Dalam RAT Koperasi JUS tahun buku 2019 ini, Disnakerkopum Kota Tanjungpinang menurunkan timnya yang terdiri dari Kasie Kelembagaan dan Pengembangan Koperasi, Muharinus, SE, Penyuluh Koperasi Lapangan, Anthika Banuaji, SE dan Mustakim, SE serta Staff pada bidang koperasi, Jamal Abdillah, ST.

(BUNG MANURUNG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker