Nusantara

Sekeping “Surga” Di Jantung Kalimantan Barat

Bro Junay dengan gaya khasnya. (Photo: Junay untuk Bung Manurung)

PRIMETIMES.ID, NGABANG,
“Mohon periksa kembali perbekalan yang dibawa, Bro. Jangan sampai ada yang terlupakan dan tertinggal,” ujar Bro Junay kepada kami.

Kami langsung memastikan bahwa perlengkapan kami sudah OK dan lengkap. Sejurus kemudian kami segera memasuki mobil yang akan membawa kami ke “Surga Tersembunyi” Kalimantan Barat. Ya, surga itu adalah Air Terjun Bedawan. Bro Junay yang menjadi tour guide lokal dalam perjalanan kami, Selasa, (30/07/2019).

Setelah menempuh perjalanan dengan mobil sekira “sepenontonan film”, akhirnya kami sampai di Desa Dange Aji. Desa terdekat dengan lokasi air terjun tersebut.

Tereeeeng…Petualangan dimulai. Untuk mencapai air terjun yang berlokasi di Desa Dange Aji, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak ini kami memerlukan waktu tempuh hampir 7 jam berjalan kaki.

Setelah melewati pos istirahat, kami tiba di simpang jalur. Tersedia dua jalur pendakian menuju ke lokasi air terjun. Jalur kiri dan jalur kanan. Uniknya, kedua jalur ini memiliki karakter yang berbeda.

Jalur kiri disebut jalur tersulit karena harus menyeberang sungai yang berarus deras. Setelah itu kami sudah ditunggu oleh tanjakan terjal yang siap “merodam”. Tidak hanya itu, ratusan pacat siap “menghisap darah” kami. Medan ini memang medan basah yang penuh rerumputan liar. Berbeda dengan jalur kanan yang justru sebaliknya.

Setelah melewati trek yang menantang tadi, kami pun disuguhi pemandangan indah luar biasa. Sepanjang perjalanan kami, pepohonan “raksasa” lengkap dengan anggrek-anggrek hutan yang menjuntai “mesra” di batangnya berada di sisi kiri dan kanan kami. Sementara di bagian bawah, tanah penuh dengan lumut hijau “menyihir” kami seolah sedang berada di lokasi syuting film Lord Of The Rings dan juga Avatar.

“Inilah pemandangan hutan tropis khas Kalimantan yang sejak dulu leluhur kami selalu menjaganya,” ujar Junay yang juga merupakan anggota Komunitas Pecinta Budaya Dayak ini.

Bro Junay dengan senyum khasnya. (Photo Bro Junay untuk Bung Manurung)

Setelah berjalan kaki sekira tujuh jam, kami pun semakin dekat dengan air terjun “kharismatis” tersebut. Bunyi deburan air khas air terjun sudah terdengar dari tempat kami berada. Kami sudah membayangkan betapa indah air terjun tersebut.

Dan akhirnya, kami pun tiba di lokasi yang kami tuju. Air terjun Bedawan. Air terjun tujuh tingkat yang sungguh indah luar biasa. Bak di gambar-gambar kalender yang sering dibeli orang tua kita jaman dulu. Semua rasa letih selama dalam perjalanan hilang seketika, dibayar lunas dengan keindahan alam yang amat sangat.

Sejenak kami menikmati keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa ini. Tak sadar, air mata penulis pun menetes, penuh syukur dan haru. Mirip saat penulis pertama kali berhasil menaklukkan puncak Gunung Gede-Pangrango, Jawa Barat saat masih aktif di Mapala dulu.

“Thanks God, untuk semua kesempatan yang Engkau berikan untuk melihat ini semua,” gumam penulis.

Dari kejauhan terdengar sayup-sayup suara burung Enggang, menambah indahnya suasana. Sementara Bro Junay mulai memainkan dawai Sape Dayak di tangannya dan melantunkan instrumen “Binua Landak” dengan syahdu.

Air terjun Bedawan, Kabupaten Landak, sekeping “Surga” di jantung Kalimantan Barat.

(BUNG MANURUNG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker