Anak-Anak Kawal, Pelestari Permainan Tradisional

PRIMETIMES.ID, BINTAN,
Hampir bisa dipastikan bahwa anak-anak zaman sekarang baik yang tinggal di kota maupun di pedesaan, akrab dengan playstation dan game-game canggih lainnya yang tersedia di warnet ataupun di gadget. Dan sebagian besar dari mereka tidak lagi mengenal permainan-permainan tradisional yang zaman dulu sering dimainkan oleh anak-anak di perkampungan.
Perlahan namun pasti, permainan-permainan tradisional itu akan benar-benar dilupakan oleh generasi-generasi berikutnya jika tidak ada yang berupaya melestarikannya.
Untunglah ada Kiki, Upin, Delon, Andre dan puluhan anak lainnya. Di tengah “gempuran” game-game canggih dan mahal di sekitar mereka, anak-anak Kawal, Gunung Kijang, Bintan ini justru memainkan permainan tradisional saat mereka sedang libur sekolah.
Di sebuah lapangan terbuka yang berada persis di sisi jalan lintas Kawal-Pantai Trikora, Kiki dan teman-temannya tampak asyik bermain guli, (kelereng/gundu, red).
“Tiap sore atau pas hari libur kami bermain di sini, Om. Ada yang main guli, main ayunan, gobak sodor dan juga kejar-kejaran,” kata Andre, Minggu, (14/07/2019).
Keceriaan khas anak-anak tampak di wajah mereka saat memainkan permainan itu. Mereka tidak menghiraukan tangan mereka yang berdebu saat menggelindingkan dan memungut kembali guli-guli mereka dari tanah.
“Gak apa-apa lah, Bang. Kami sudah biasa main beginian di sini walaupun tangan kami jadi kotor karena debu. Yang penting kami senang,” kata Upin sambil menggenggam erat puluhan kelereng di tangannya.

Panas terik matahari yang mulai meninggi juga tidak mereka gubris. Sebagian dari mereka juga ada yang bermain ayunan. Yang menarik, ayunan yang mereka buat ini berbeda dengan bentuk ayunan pada umumnya.
Seutas tali tambang mereka ikatkan pada pohon kelapa. Dan pada ujung tali tersebut mereka ikatkan sepotong kayu untuk berpegangan.
Layaknya di film Tarzan, dengan gesit anak-anak ini berayun dan berputar-putar.
“Auooooooo….,” teriak mereka menirukan suara khas Tarzan itu. Mereka berayun bergantian. Sungguh mengasyikkan!
Terima kasih, Kiki, Delon, Andre, Upin dan anak-anak Kawal lainnya. Berkat kalian permainan-permainan tradisional asli anak Indonesia ini dapat tetap hidup dan lestari di sini. Ya, di sini. Di perkampungan nelayan yang nyiurnya selalu melambai ini.
(BUNG MANURUNG)



