Gagal Ikut di MTQH X Kepri Karena Diduga Didiskualifikasi Sepihak, Qari MTQ Natuna Rodillah Merasa Dizalimi

PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG-
Qari MTQ Natuna Rodhilla (21 thn) merasa sangat kecewa ketika dirinya gagal untuk berkompetisi dalam MTQH X Kepri di Batam 20-27 Mei 2024 lalu.
Rodhilla melalui ayahandanya, Ustaz Syahrul, mengatakan bahwa kegagalan Rodhilla ikut berkompetisi di MTQH X Kepri karena didiskualifikasi sepihak oleh pihak tertentu. Padahal Rodhilla adalah Terbaik 1 Cabang Qira’at Mujawwad Dewasa MTQ XI Kabupaten Natuna.
“Kami merasa terzalimi. Tindakan yang diambil oleh salah satu oknum pengurus LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran, red) Provinsi Kepulauan Riau, RM, yang mendiskualifikasi permanen anak kami, membuat anak kami gagal mewujudkan mimpinya untuk ikut andil dalam MTQH X Kepri,” ujarnya saat jumpa pers bersama sejumlah awak media di salah satu kedai kopi di Tanjungpinang, Rabu (29/05/2024).
Ustaz Syahrul menambahkan, info terkait didiskualifikasinya Rodhilla, didapat dari salah seorang pengurus LPTQ Natuna, S.
“Kami diberitahu oleh salah seorang pengurus LPTQ Natuna, S, bahwa anak kami Rodhilla tidak dapat mengikuti MTQH Kepri di Batam karena didiskualifikasi. Bagi kami ini alasan yang tidak jelas, karena bukti didiskualifikasi tidak ada disampaikan kepada kami,” tambah Syahrul.
Lanjut Ustaz Syahrul, dari informasi yang didapatnya, anaknya didiskualifikasi karena dituding telah beberapa kali mengikuti ajang MTQ di kabupaten/kota dan mendapatkan juara satu.
Padahal, kata Syahrul, anaknya cuma pernah ikut di ajang MTQ tingkat Kabupaten Kepulauan Anambas dan mendapatkan juara dua saat itu.

“Untuk tingkat MTQ XI di Natuna lah baru anak kami mendapatkan juara 1. Atas prestasi itulah yang membuat kami memiliki harapan besar bahwa anak kami dapat menuju MTQH Kepri di Batam,” ucapnya.
“Jadi yang kita tanyakan, dasarnya apa? Kenapa anak kami didiskualifikasi permanen? Ini sama saja menzalimi kami. Anak kami tak bisa ikut lagi ajang MTQ ke depannya. Karena hal ini, saya meminta keadilan kepada pemimpin kita di Kepri, Gubernur Ansar Ahmad,” ungkapnya.
Syahrul berharap, pemimpin negeri ini mendengar keluh kesah dirinya yang terzalimi.
“Saya meminta kepada Pak Ansar untuk meluruskan hal ini. Bila perlu panggil pengurus LPTQ itu dan evaluasi kinerjanya. Dan kami ingin diskualifikasi anak kami dicabut. Kami minta keadilan dan kejelasan,” pungkasnya.
Sementara Pengurus LPTQ Natuna, S, yang dikabarkan mengetahui informasi diskualifikasi Rodhillah, membenarkan hal tersebut.
“Kalau masalah peserta Natuna atas nama Rodillah benar pak tidak bisa didaftarkan di aplikasi e-mtq sebagai peserta MTQ Provinsi Kepri karena sudah diblok di aplikasi e-mtq oleh admin atau panitia,” tulisnya di balasan WA, dilansir dari digitalnews.co.id.
“Alasannya karena sudah diberikan sanksi. Untuk lebih jelasnya, mohon menghubungi panitia MTQ provinsi..Terima kasih pak,” sambung S lagi.
Terkait hal tersebut, salah satu Pengurus LPTQ Provinsi Kepri, RM, saat dikonfirmasi lewat WhatsApp tak merespons, kendati WA yang dilayangkan ke nomor yang bersangkutan bertanda centang dua.
(Red)



