Seputar Kepri
Trending

Pemko Tanjungpinang Segera Identifikasi Prospek Pertumbuhan Ekonomi

PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG-
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PPED) Kota Tanjungpinang Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Selasa (10/3/2026).

Wali Kota Lis Darmansyah mengatakan sesuai instruksi dari Menteri Dalam Negeri saat Rakor bersama seluruh Kepala Daerah se- Kepri bahwa dalam meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah harus bergerak cepat dan siap berlari kencang, serta menjadi bagian penting dari lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang sesuai data yang disampaikan untuk triwulan IV tahun 2025 yang lalu masih tergolong rendah dengan persentase 4,97 %, masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Ini juga berimbas dari kondisi politik di Timur Tengah yang kurang baik dan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia,” jelas Lis.

Lebih lanjut Lis menjelaskan bahwa kota Tanjungpinang bukan daerah penghasil, dan hanya bergantung dari sektor perdagangan dan Jasa. Sektor UMKM dapat dimaksimalkan untuk merangsang pendapatan serta daya beli masyarakat agar terus tumbuh serta menyamakan persepsi dan mengidentifikasi terkait pertumbuhan perekonomian di Kota Tanjungpinang.

“Dengan inflasi di angka 5,83 %, maka pemerintah bersama stakeholder akan segera mengambil langkah kongkret untuk menghidupkan sektor ekonomi, serta mampu melahirkan terobosan dan inovasi yang sesuai dengan potensi dan karakteristik Kota Tanjungpinang. Kita akan gali setiap potensi yang ada, dan jangan ragu untuk mengusulkan ide-ide baru yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, termasuk bidang pariwisata yang harus kita kembangkan selain Pulau Penyengat,” ujar Lis.

Perwakilan Bank Indonesia Kepri, menyatakan bahwa salah satu untuk cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan berharap potensi wisata di Kota Tanjungpinang harus ditingkatkan. Kota Batam sebagai pintu masuk wisatawan, diharapkan dengan kerjasama antardaerah, wisatawan Kota Batam bisa ditarik ke Kota Tanjungpinang untuk menikmati kawasan wisata di Tanjungpinang.

“Kota Tanjungpinang merupakan kota dengan share PDRB ke-3 terbesar di Kepri dengan share sebesar 6,98% lebih rendah dibanding Batam dan Bintan. Sedangkan PDRB dari sisi pengeluaran utamanya didorong oleh tingginya realisasi konsumsi Rumah Tangga (RT) pada Triwulan IV 2025 yang tumbuh hingga 4,39%,” ucapnya.

Rapat Koordinasi berlanjut dengan diskusi bersama pihak terkait, termasuk salah satunya masukan dari peserta rapat tentang sistem digitalisasi untuk prospek pendapatan asli daerah (PAD). Termasuk pungutan pajak, dan retribusi dari segala aspek yang harus dilakukan dengan sistem digitalisasi agar tidak terjadi kebocoran pendapatan.

(Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker