Kordias Pasaribu Mantapkan Diri Akan Bertarung di Pilwako Pekanbaru

PRIMETIMES.ID, PEKANBARU-
Politikus muda Riau dari partai PDI Perjuangan, Kordias Pasaribu, SH, M.Si memantapkan diri untuk ikut bertarung pada Pilwako Pekanbaru November 2024 nanti.
Pria yang semasa kecilnya pernah hidup di jalanan dan menjadi tukang semir di terminal tersebut mengatakan bahwa dirinya optimis dalam menatap Pilkada Pekanbaru yang sudah di depan mata.
“Tidak mungkin kami turun gelanggang tanpa perhitungan yang matang. Tentunya kami sangat optimis,” ujar Kordias Pasaribu yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Riau 2016 itu.
Kendati demikian, Kordias Pasaribu mengatakan bahwa soal siapa yang akan menjadi pasangannya nanti, pihaknya masih melakukan komunikasi politik dengan berbagai pihak.
“Kita semua mengetahui bahwa politik itu dinamis. Jadi sangat terbuka untuk menjalin kerjasama dengan para tokoh dan partai politik lainnya,” ujarnya.
Keinginan Kordias untuk maju bertarung di Pilwako Pekanbaru adalah murni sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Pekanbaru. Dan dengan segala kemampuan dan dedikasi yang dimilikinya, Kordias memantapkan diri ikut berkontestasi.
“Bukan tanpa alasan. Ini adalah tekad yang kuat untuk mengabdi kepada masyarakat Pekanbaru, serta modal manajerial kepemimpinan yang mumpuni dan dedikasi yang tulus,” ucap Kordias Pasaribu.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Kordias Pasaribu ini?
Kordias Pasaribu, SH, M. Si, dikenal memiliki karier politik yang gemilang. Namun siapa sangka, pria penyuka olah raga catur dan beladiri ini meniti karier politik dari titik nol.
Kordias Pasaribu, SH, M. Si, lahir di sebuah desa terpencil di Tapanuli Selatan, Desa Haunatas Marancar pada tahun 1976.
“Saya berasal dari keluarga yang ekonominya sangat sulit. Keadaan memaksa saya untuk berjuang keras dalam hidup untuk menggapai cita-cita,” terangnya.
Kordias adalah anak ke- 4 dari 6 bersaudara. Sejak umur 7 tahun sudah ditinggal oleh ibunya yang meninggal dunia.
“Satu tahun sepeninggalan ibunda saya, ayah saya juga meninggal dunia,” kenang Kordias penuh haru.
Keadaan tersebut membuat dia harus pergi merantau. Tujuannya adalah Kota Pematang Siantar. Di kota yang saat itu dikenal dengan kehidupan yang keras, Kordias bekerja sebagai tukang semir sepatu di Terminal Parluasan untuk bertahan hidup.
Satu waktu ada seorang pendeta melihatnya di Terminal Parluasan. Pendeta tersebut merasa iba dengan keadaan Kordias dan menawarkan untuk tinggal di Panti Asuhan Elim HKBP Pematang Siantar.
Di panti asuhan itulah Kordias tinggal, menimba ilmu Sekolah Dasar (SD) hingga berhasil lulus dari STM HKBP Pematang Siantar tahun 1997.
Lulus dari STM HKBP Pematang Siantar, Kordias Pasaribu memutuskan merantau ke Pekanbaru.
Merantau di kota yang tanpa ada saudara satupun, tidak membuat semangatnya untuk mengadu nasib memudar.
“Tidur di emperan terminal, kerja sebagai kenek angkot, jadi supir angkot, kenek dan supir trailer, itu kehidupan saya. Itu semua membuat mental dan keberanian saya ditempah menjadi kuat,” ujarnya.
Tidak sampai di situ, dirinya juga pernah menjadi tukang sapu di salah satu pelabuhan kontainer di Sungai Duku Pekanbaru.
Kordias mengenang kembali awal dirinya terjun ke dunia politik. Ketika itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi perbincangan hangat dan jadi partai idola masyarakat.
“Terutama sosok Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang sangat berkharisma, membuat saya tertantang dan nekat untuk masuk menjadi anggota partai dan Satgas PDI,” terangnya.
Badannya yang tinggi dan besar membuat Kordias suatu ketika dipercaya menjadi bagian terdepan ketika mengawal kunjungan Megawati ke Provinsi Riau.
Tahap demi tahap dilalui, mulai tahun 2000, Kordias Pasaribu mengawali kariernya di PDI Perjuangan menjadi Wakil Ketua PAC Kecamatan Lima Puluh, kemudian menjabat sebagai Komandan Satgas PAC.
“Tahun 2005 saya diberi amanah menjadi Ketua di Kecamatan Payung Sekaki,” jelasnya.
Karier politik Kordias Pasaribu terus berkembang di partai tersebut. Di tahun 2007 ia terpilih menjadi Komandan Satgas DPD dan 2010 terpilih menjadi Ketua DPC Kota Pekanbaru.
Tahun 2014, Kordias Pasaribu ikut bertarung di pemilu legislatif dan menjadi anggota DPRD Provinsi Riau.
Tahun 2015 ia menjadi Ketua DPD PDIP Provinsi Riau dan tahun 2016 menjadi Wakil Ketua DPRD Riau.
Untuk diketahui, dalam perjuangan meniti karier politik itulah Kordias Pasaribu menyelesaikan kuliah dan bergelar Sarjana Hukum (SH) dari Universitas Lancang Kuning Pekanbaru dan Magister Sains (M.Si) dari Universitas Riau.
“Jangan lelah untuk terus memberikan pengabdian kepada masyarakat, karena mereka adalah ibu dari kekuasaan yang melahirkan pemimpin di bumi Pertiwi ini. Mari bersama-sama membangun Pekanbaru yang lebih baik,” pungkas Kordias Pasaribu.
(BUNG MANURUNG)



