Jatuh Saat Akan Naik Speedboat, Fernando Sipayung Ditemukan Meninggal Dunia
PRIMETIMES.ID, JAKARTA-
Tepat pada pukul 15.20 WIT Fernando Sipayung, korban terjatuh dari atas KM. Juneyao Maru V berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, Rabu (18/05/2022).
Satu jam sebelumnya tim SAR gabungan mendapat informasi dari Bapak Paskalis yang menyampaikan bahwa istrinya yang sedang mencari ikan di pesisir pantai melihat sesosok tubuh tergeletak di pinggir pantai Lampu Satu dekat dengan muara sungai Maro.
Penemuan inilah yang kemudian dilaporkan dan segera direspon oleh tim SAR darat yang segera menuju ke lokasi temuan.
Jarak dari titik awal kejadian sekitar 2,7 KM ke arah barat daya.
Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Proses evakuasinya cukup memakan waktu karena medan yang harus ditempuh hanya bisa dengan berjalan kaki menerobos hutan bakau yang cukup lebat. Pada saat yang bersamaan, air sudah mulai pasang sehingga tim harus melewati medan berlumpur dan cukup menguras tenaga.
Suroso, seorang personil Basarnas Merauke yang pertama kali tiba di lokasi kejadian menceritakan bahwa ia bersama dengan seorang personil Satrol Lantamal XI Merauke harus menyeberang sebuah kali kecil agar bisa menjangkau korban.
“Baru kemudian korban bisa dimasukkan ke dalam kantung jenazah dan kemudian dievakuasi ke tepi jalan raya bersama-sama dengan rombongan warga yang sedang mencari ikan di sekitar lokasi penemuan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Supriyanto Ridwan, SE mengimbau warga untuk tetap memperhatikan faktor-faktor keselamatan saat beraktifitas di sungai maupun laut.
“Tidak bosan-bosannya kami selalu mengingatkan kepada semua warga yang beraktifitas di atas air untuk selalu mempergunakan alat keselamatan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya saat ditemui di tempat terpisah.
Pada pukul 16.00 WIT, jenazah Fernando Sipayung diserahkan kepada pihak KM. Juneyao Maru V di kamar jenazah RSUD Merauke.
Sebelumnya telah diberitakan bahwa Fernando Erikson Sipayung dilaporkan terjatuh ke sungai Maro saat akan berpindah dari kapal KM Juneyao Maru V ke sebuah speedboat yang akan membawanya ke daratan. Setelah kejadian, korban dinyatakan hilang dan Basarnas Merauke melakukan pencarian.
(S: Humas Basarnas Merauke)



