Nusantara

Widodo Tidak Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

PRIMETIMES.ID, MERAUKE-
Operasi SAR terhadap Widodo dihentikan. Keputusan penutupan ini diambil atas dasar kesepakatan bersama antara tim SAR gabungan yang terlibat selama seminggu ini dengan pihak keluarga dalam upaya pencarian korban kecelakaan speed boat yang terjadi di Sungai Digoel di Asiki, Kabupaten Boven Digoel, Kamis (3/2/2022).

Hingga hari ketujuh tim SAR gabungan tidak berhasil menemukan Widodo (L/40 th) yang mengalami kejadian naas pada 28 Januari 2022.

Widodo dan 4 (empat) rekannya yang lain menjadi korban saat speed boat yang ditumpanginya terbalik usai didera arus kencang Sungai Digoel pukul 17.00 WIT.

Dari 5 (lima) korban, terdapat 3 (tiga) korban selamat sedangkan 1 (satu) korban atas nama Rosikin ditemukan meninggal dunia di hari ke tiga setelah hari naas tersebut.

Menyisakan Widodo yang tidak kunjung ditemukan, akhirnya operasi SAR ditutup hari ini (3/2) pukul 18.00 WIT.

Unsur tim SAR gabungan yang hadir dalam evaluasi akhir di posko lapangan yakni: Koramil Asikie, Polsek Asikie, pihak keluarga dan masyarakat sekitar.

Kesepakatan ini diambil berdasarkan pertimbangan bersama sesuai situasi di lapangan dan juga didasarkan atas Standart Operasional Prosedur (SOP) yang selama ini digunakan oleh Basarnas dalam melaksanakan sebuah operasi SAR.

Dalam SOP tersebut dijelaskan bahwa standar waktu pencarian adalah selama 7 (tujuh) hari sejak kecelakaan terjadi.

Namun tidak menutup kemungkinan sebuah operasi SAR akan dapat dibuka kembali jika kemudian setelahnya ditemukan tanda-tanda keberadaan korban yang dicari tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih pada seluruh satuan maupun potensi SAR yang hingga sore ini terlibat penuh dalam mencari Widodo. Namun Tuhan Yang Maha Kuasa masih belum mengijinkan kita menemukan Widodo,” ujar Supriyanto Ridwan, S.E, Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke beberapa saat lalu di ruangan kerjanya.

“Setelah ini kita lanjutkan dengan pemantauan oleh masyarakat yang mempergunakan jalur sungai di sana. Jika sewaktu-waktu ditemukan tanda-tanda keberadaan korban maka diharapkan segera melapor baik ke kami maupun potensi SAR terdekat untuk dilakukan penanganan selanjutnya,” tutup Supriyanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 28 Januari lalu pukul 17.00 WIT telah terjadi kecelakaan sebuah speed boat terbalik akibat tersapu arus sungai Digoel di Asikie Boven Digoel.

Jumlah korban sebanyak 5 (lima) orang atas nama Widodo, Rosikin, Galuh, jack dan Irawan. Dari kelima korban tersebut, 2 (dua) orang atas nama Widodo dan Rosikin dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan.

(S: Basarnas Merauke)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker