Hukrim

Lagi, Polda Kepri Tangkap TSK Jaringan Pengiriman TKI Ilegal, Kali Ini Dari Karimun

PRIMETIMES.ID, BATAM-
Dua orang tersangka inisial I dan R yang merupakan jaringan dalam pengiriman PMI ke Malaysia berhasil diamankan oleh Ditpolairud Polda Kepri.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., didampingi kepala UPT BP2MI Kepri Mangiring Sinaga dan PS. Paur I Subbid Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Zia Ul Hak, S.H., saat Konferensi Pers di Mako Ditpolairud Polda Kepri, Kamis, (20/1/2022).

Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., menjelaskan Kasi Binmas Air Satrolda Polda Kepri beserta kru Kapal Patroli Polisi XXXI-2004 berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia secara ilegal pada Minggu (16/1/2022) sekira pukul 12.30 WIB.

“Terdapat 11 perempuan Pekerja Migran Indonesia yang akan diberangkatkan tanpa dilengkapi dokumen resmi pada sebuah rumah kosong di Pulau Juda, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun,” ujarnya.

Selanjutnya, dari hasil informasi, tim melakukan pemeriksaan terhadap sebuah rumah milik tersangka inisial I di Pulau Pasai, Moro, Karimun yang diduga sebagai tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia.

“Di rumah tersebut tim tidak menemukan PMI dikarenakan telah melarikan diri sebelum tim datang,” tambahnya.

Namun dari rumah tersebut tim menemukan 1 unit speedboat tanpa nama warna biru bermesin tempel merk Yamaha 2 x 200 PK yang berada juga tidak jauh dari rumah tersangka inisial R yang diduga digunakan untuk mengangkut PMI ke Malaysia.

Terhadap 11 orang Pekerja Migran Indonesia, 1 (satu) unit Speedboat tanpa Nama warna biru bermesin tempel merk Yamaha 2 x 200 PK dan tersangka I dibawa Ke Mako Ditpolairud Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada Senin (17/1/2022 sekira pukul 10.00 WIB, tim kembali mendapatkan informasi bahwa PMI yang berasal dari rumah penampungan milik tersangka inisial R telah berangkat dari Pulau Pasai, Moro, Karimun menuju Batam dengan menumpang speedboat pancung.

Kemudian tim berhasil mengamankan 4 orang PMI di Pelabuhan Sagulung Batam.

Di hari yang sama, sekira pukul 17.46 WIB, tim berhasil mengamankan tersangka inisial R di Dusun Sulit, Desa Rawajaya, Moro, Karimun dan juga berhasil mengamankan 7 orang PMI di Kampung Judah Desa Keban, Moro, yang diduga melarikan diri pada saat tim melakukan pemeriksaan di rumah penampungan tersangka inisial I.

“Sebanyak 22 PMI yang akan diberangkatkan tanpa dilengkapi dokumen resmi berhasil diselamatkan oleh Ditpolairud Polda Kepri. Terdiri dari 11 orang perempuan dan 11 orang Laki-laki,” jelas Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K.

Dengan diamankannya tersangka ini merupakan sebuah keberhasilan dan keseriusan dari Polda Kepri melalui Ditpolairud Polda Kepri dalam mengungkap jaringan pengiriman PMI ilegal.

Barang bukti yang diamankan adalah 1 unit handphone merk Samsung warna putih, 1 handphone Merk Nokia dan 1 unit speedboat tanpa nama berwarna biru bermesin tempel Merk Yamaha 2 x 200 PK.

“Kedua tersangka diterapkan undang-undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Pasal 81 dan Pasal 83) dengan ancaman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,00,” tutup Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K.

(S: Humas Polda Kepri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker