“Dirazia” Polisi Tanjungpinang, Warga Jakarta Menangis Haru
PRIMETIMES.ID, JAKARTA-
Kakek berkopiah hitam yang tengah duduk termenung di kursi besi panjang di luar pagar Monumen Nasional (Monas) itu kaget saat seorang pria gagah turun dari mobil dan menghampirinya.
“Assalamualaikum, Pak,” ujar si pria gagah tersebut memberi salam.
“Walaikumsalam,” jawab si kakek.
“Ini, Pak. Ada sedikit rezeki untuk makan siang dan air minum untuk Bapak,” ujar si pria gagah itu sembari memberi paket makan siang dan sebotol air mineral kepada si kakek.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak, Nak. Semoga Allah selalu memberi berkah padamu,” ujar si kakek.
Usai mengucapkan salam, si pria gagah tersebut pun pamit meneruskan perjalanannya.
Si kakek tampak tak kuasa menahan terharu. Ia menengadahkan tangan mengucap syukur pada Ilahi. Ia tak menyangka, di tengah hiruk pikuk Kota Jakarta yang megah itu, masih ada orang-orang yang mau berbuat baik bagi sesama. Tak terasa, air matanya pun jatuh.
Pria gagah itu adalah Bripka Zulhamsyah Putra. Seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Ya, Jumat (19/11/2021), di sela-sela perjalanan dinas di Jakarta, Bripka Zulhamsyah Putra tetap melaksanakan Razia Perut Lapar (RPL) yang biasa ia lakukan. Menebar kebaikan dengan membagikan paket makan siang kali ini kepada para pedagang asongan, pencari barang-barang bekas, ojek online dan supir bajaj di berbagai sudut kota itu.
Taburan kebaikan itu sebenarnya bukan hal baru bagi warga Kota Tanjungpinang. Namun sangat baru bagi warga Jakarta.
Lokasi RPL yang dilakukan oleh Bripka Zulham, yakni di sekitar Monas, Masjid Istiqlal, Lapangan Banteng, Taman kota dan pinggiran-pinggiran kali.
Bagi Bripka Zulham lebih baik bersedekah dari pada menghabiskan uang di mall.
“Razia Perut Lapar ini insyaAllah akan tetap berjalan. Selain untuk sedekah kesembuhan ibu saya, juga dapat menolong mengisi perut saudara-saudara kita saat ini,” kata Zulham kepada sejumlah media, Jum’at (19/11/2021).
Sebelumnya, banyak yang memberikan doa untuk kesembuhan ibunda Zulham yang menderita sakit jantung. Bagi ibunya, Bripka Zulham adalah mata dan kehidupannya, karna ibunya tuna netra sejak ia lahir.
“Saya dibesarkan oleh ibu yang hebat Tanpa seorang ayah dan kami hanya berjualan di kaki lima. Ibu saya bisa merawat dan mendidik saya hingga saya jadi seorang polisi,” pungkas Polisi yang diberi gelar “Polisi Berhati Mulia” oleh warga Tanjungpinang itu.
Sebelumnya, video berdurasi beberapa detik kegiatan RPL Goes to Jakarta viral dan ditayangkan oleh salah satu media di Kota Tanjungpinang tanpa sepengetahuan Bripka Zulham.
(Red)



