Hilang di Kebun, Alphius Ditemukan Meninggal Dunia di Laut
PRIMETIMES.ID, MANADO-
Basarnas Manado menerima info kejadian membahayakan jiwa manusia pada Minggu, (14/11/21).
Kepala Kantor Basarnas Manado, Sinaga, menyebutkan bahwa dari laporan yang diterima, Alphius Hormati (49 thn), seorang warga Desa Pandu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, hilang di perkebunan.
Keterangan dari pihak keluarga korban, korban pada Sabtu pagi mulai berkebun hingga sore hari.
“Namun hingga menjelang malam korban tidak pulang dan akhirnya keluarga korban mencarinya di kebun,” ujar Sinaga.
Di kebun, keluarga hanya menemukan barang-barang korban yang ditinggalkan.
Masyarakat setempat sempat melaksanakan pencarian mandiri dan tidak menemukan keberadaan korban.
Diketahui kebun korban dekat dengan sungai. Korban kesehariannya berkebun mengolah lahan untuk ditanami jagung.
Dengan keterangan keluarga korban, Tim SAR Gabungan bergerak cepat untuk melaksanakan pencarian korban.
“Pencarian hari 1 dan 2 belum menemukan keberadaan korban. Area pencarian sudah diperluas sampai di pantai Teluk Manado, Pulau Mantehage dan Pulau Nain. Namun tim belum menemukan korban,” tambahnya.
Dengan koordinasi semua Tim SAR Gabungan baik darat dan laut, semua melaksanakan pencarian untuk mempercepat penemuan korban dikarenakan pencarian korban sudah memasuki hari ke 3.
Selasa (16/11/21) akhirnya korban yang selama ini dalam pencarian ditemukan -+58 KM dari lokasi kejadian.
“Korban ditemukan di pesisir pantai di Likupang tepatnya di pantai pasir panjang Likupang,” jelas Sinaga.
Berkat laporan ini Pos SAR Likupang langsung bergerak ke lokasi dan mengevakuasi korban.
Keluarga korban membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan adalah keluarganya yang hilang.
Koordinator Pos Likupang langsung mengevakuasi korban dan membawa korban ke rumah duka untuk disemayamkan.
Kepala Kantor Basarnas Manado, Sinaga, mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada Tim Sar Gabungan yang terlibat dalam pencarian korban.
“Semua tim kami gerakkan baik di darat maupun di laut. Jalin koordinasi yang baik. Semua berjalan dengan baik sehingga misi pencarian korban berhasil dilakukan,” ujarnya.
“Kami hanya mengabdi untuk masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Apabila ada kejadian yang membahayakan jiwa manusia, kami siap menjalankan tugas,” pungkasnya.
(S: Humas Basarnas Manado)



