Hukrim

Alamak! Oknum Pegawai Kejari Tanjungpinang Dan Bintan Diduga Peras Kades di Wilayah Bintan

PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG-
Pada Rabu (30/06/2021) sekira pukul 19.00 WIB Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan dengan diback up oleh Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau berhasil mengamankan (MR) oknum pegawai Tata Usaha pada Kejaksaan Negeri Tanjungpinang dan (BI) oknum pegawai Tata Usaha pada Kejaksaan Negeri Bintan serta satu orang swasta dengan inisial (RR).

Ketiga pelaku diduga melakukan pemerasan terhadap kepala desa di wilayah Kabupaten Bintan dengan meminta sejumlah uang dengan dalih untuk pengamanan kegiatan.

Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Bintan Nomor : 01, 02 dan 03/L.10.15/Fd.1/07/2021 tanggal 1 Juli 2021, ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan.

Adapun kronologis penetapan tersangka terhadap para pelaku berawal pada Rabu (30/06/2021), bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan menerima informasi masyarakat perihal adanya 2 orang yang mengaku sebagai jaksa dari Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dan jaksa di bagian intelijen Kejaksaan Negeri Bintan. Selanjutnya bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan melaporkan ke bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, kemudian Asintel Kejati Kepri memerintahkan untuk dilakukan pengecekan dan penjejakan.

Hasil pengecekan dan penjejakan diperoleh informasi bahwa benar ada dua oknum kejaksaan yang meminta sejumlah uang kepada kepala desa di wilayah Kabupaten Bintan dengan alasan mereka mempunyai data penyimpangan dana desa.

Atas dasar informasi tersebut Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau langsung merespon dengan membentuk Tim Pengamanan SDO Kejati Kepulauan Riau.

Sekitar pukul 21.30 WIB, Tim Intel Kejari Bintan berhasil mengamankan dua oknum kejaksaan inisial MR dan BI berikut uang sejumlah Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) ke kantor Kejaksaan Tinggi Kepri untuk dimintai keterangan secara intensif. Diperoleh kesimpulan benar adanya indikasi perbuatan tercela dan indikasi perbuatan pidana yang dilakukan oleh para pelaku sehingga diserahkan ke bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau untuk dilakukan inspeksi kasus.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Riau, diperoleh kesimpulan adanya dugaan pelanggaran etika/perbuatan tercela yang dilakukan oleh oknum pegawai sedangkan terhadap indikasi adanya perbuatan pidana langsung diserahkan kepada bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan untuk proses hukum lebih lanjut.

Pada tanggal 1 Juli 2021 para pelaku ditetapkan sebagai tersangka oleh bidang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi yakni melakukan pemerasan terhadap kepala desa di wilayah Kabupaten Bintan yakni dengan meminta uang sejumlah Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Para tersangka yakni MR, BI dan RR langsung ditahan oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan dengan status penahanan rutan di Rutan Polres Bintan dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan swab antigen dengan hasil “negatif”.

Dan terhadap barang bukti berupa uang sejumlah Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sudah dilakukan penyitaan.

Penangkapan dan penahanan terhadap para pelaku tetap menerapkan protokol kesehatan.

(S: Penkum Kejati Kepri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker