Seputar Kepri

Lagi, Karhutla di Karimun, Kapolres Dan Danlanal Ikut Berjibaku Padamkan Si Jago Merah

PRIMETIMES.ID, KARIMUN- Kapolres Karimun, AKBP Muhamnad Adenan, SIK turun langsung memadamkan api kebakaran lahan kosong seluas 20.000 M² di Jalan Soekarno-Hatta (Poros), Kelurahan Darussalam, Meral Barat, Karimun, Senin (01/03/2021).

Di lokasi kebakaran, Kapolres Karimun berkoordinasi dengan pihak TNI dan Pemadam Kebakaran Karimun bersama-sama melawan kebakaran di lahan kosong tersebut.

Tak sekedar main tunjuk anggotanya, Kapolres Karimun juga tak sungkan ikut memikul selang air bersama anggota secara bergantian.

Tampak dalam kegiatan pemadaman kebakaran tersebut turut hadir di lapangan Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Maswedi MTr. Opsla, Sekda Karimun Dr. M. Firmansyah M.Si, Camat, Petugas Damkar dan warga setempat. Semuanya turut memadamkan api kebakaran lahan kosong tersebut.

Awal kebakaran terjadi pada Minggu (28/02/2021) sekira pukul 12.00 WIB di lahan kosong milik warga dengan luas 20.000 M².

Lahan tersebut adalah tanah gambut yang ditumbuhi oleh semak belukar yang telah kering sehingga sempat mengalami kesulitan dalam pemadaman.

“Usai pemadaman dan pendinginan kini situasi aman dan kondusif,” ujar Kapolres Karimun.

Dikatakan Kapolres Karimun, di situasi kemarau yang sedang terjadi saat ini masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan.

Lebih lanjut Kapolres Karimun saat di lapangan menyampaikan bahwa Karhutla menimbulkan polusi asap, merusak lingkungan juga dapat membahayakan lalu lintas baik darat, laut, dan udara yang disebabkan jarak pandang.

Selain itu, sambungnya, 5 dampak buruk akibat paparan udara yang terkontaminasi asap Karhutla di antaranya mengalami sindrom gangguan pernapasan akut dan sesak napas. Partikel halus dari asap kebakaran hutan bisa menyebakan penyakit paru-paru, mengakibatkan batuk akibat teriritasi lendir, iritasi mata yang menyebabkan masalah penglihatan sementara dan sakit kepala yang bersamaan dengan mual muntah.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membuang puntung rokok dan membakar lahan dikarenakan di situasi kemarau hal yang sangat rawan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

“Stop kebakaran hutan dan lahan, karena pelaku pembakaran dapat dipidana 10 tahun penjara dan denda 10 milyar rupiah,” tegas Kapolres Karimun.

“Kami di sini juga meminta peran masyarakat dalam menangani karhutla ini. Apabila dari warga ada yang menemukan titik-titik api agar segera menginfokannya kepada Tim Satgas Karhutla Karimun supaya api dapat segera dipadamkan dan tidak menyebar luas,” tutup Kapolres Karimun.

(S: Humas Polres Karimun)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker