Secangkir Kopi Tanpa Gula
Secangkir Kopi Tanpa Gula
Oleh: Hamzah Johan
Suatu malam setelah acara dzikir, kami dijamu makan minum oleh Bapak Dr. H. Muhammad Soerya Respationo, SH, MH (selalu saya panggil Romo Suryo). Ketika saya mengambil secangkir kopi dan saya cicipi terasa tanpa gula, lalu saya sampaikan pada Romo Suryo yang kebetulan berdiri di samping saya.
“Romo, kopinya tanpa gula.”
Romo Suryo bergegas mencari sendiri gula tanpa menghardik sang pembantunya.
Dan akhirnya, secangkir kopi tanpa gula tadi berasa manis.
Yang menarik bukan soal gulanya. Bukan soal manisnya. Tapi kepribadian Romo Suryo yang lebih manis dari gula tersebut.
Beliau memiliki sifat takzim kepada pembantunya, kepada tamunya, kepada saya sebagai ustadz kelas biasa.
Beliau mencarikan gula agar secangkir kopi yang saya minum itu menjadi sempurna.
Sekilas memang perawakan dan wajah beliau seperti seorang tentara perang yang keras, tapi ketika bergaul dengan beliau barulah kita mengerti betapa indahnya kepribadian seorang Suryo, jauh dari sifat arogan dan sombong.



