Selamat Jalan Pejuang Kanker, Yesa Fermindi Hohu
PRIMETIMES.ID, Krinngg…Kringgg..Kringg..
Bunyi suara handphone terdengar. Terlihat di layar nama Ibu Hetty Setyapurnama.
Ada firasat yang tidak enak. Jarang-jarang Ibu Hetty telepon. Pikiran saya langsung tertuju pada Yesa Fermindi Hohu. Pasti berita buruk.
Beberapa hari lalu, Yesa dalam kondisi kritis. Ia dilarikan ke RS Dharmais. Masuk ICU. Kondisinya gawat sekali. Ia menjerit begitu keras. Tidak tertahankan lagi rasa sakit yang menyerang tubuhnya. Ia meraung, menjerit kesakitan.
Hari ini, Jumat, pukul 21.30 WIB, Yesa si pejuang kanker yang hebat itu pergi meninggalkan dunia yang fana ini.
Enam tahun lebih Yesa bertahan dan berjuang melawan kanker ganas yang menggerogoti hampir seluruh tubuhnya. Ia sudah divonis kena stadium 4 pada tahun 2014.
Yesa begitu kuat dan berani menjalani hari-harinya, berdamai dengan sel-sel ganas kanker. Tubuhnya sudah seperti mobil rongsokan. Herannya, Yesa selalu gembira menjalani aktifitas hidupnya. Ia bekerja keras berjualan kaca mata di pinggir jalan BSD.
Keuntungan penjualannya dibagikannya untuk orang-orang susah. Orang-orang yang tidak bisa mencari nafkah lagi. Terutama yang terkena kanker yang diamputasi kakinya.
Usai sudah perjuangan panjang tak kenal lelah dan menyerah dari Yesa. Ia sudah begitu banyak memenangkan piala kebaikan dan kebajikan.
Masih saya ingat kebaikan hatinya saat bersama-sama dengannya dalam perjalanan ke Bandung membeli kaki palsu buat Bu Parti.
“Bang Bir…untuk apa saya menyimpan uang? Saya selalu berpikir jika besok masih bisa bernapas saja sudah syukur. Harta tak dibawa mati. Mumpung saya dapat rezeki, bagus saya bagi sama yang lebih membutuhkan,” ujar Yesa enteng setelah menerima hadiah 50 juta dari Kick Andy. Semua uang hadiah itu dibagikannya kepada orang yang membutuhkan.
Yesa adalah malaikat bagi banyak orang. Ia tertatih-tatih berjalan, napasnya tersengal saat sedang berjualan. Terkadang ia pingsan di lapaknya. Tapi demi menolong orang yang lebih susah, ia lakukan dengan hati yang gembira.
Inilah yang membuat Yesa bisa bertahan hidup 6 tahun lebih. Ia menabung banyak sekali kebaikan dan welas asih. Cinta dan kasih sayangnya pada sesama seluas samudera. Sekalipun keadaan hidupnya sedang berada di ujung maut.
Selamat jalan, Yesa Yesaya Fermindi Hohu. Dekaplah kasih dan cinta Ilahi yang menyambutmu di surga. Semoga kamu husnul khotimah.
Kami ikhlas melepas kepergianmu.
(Birgaldo Sinaga)



