BPOM Kepri Wajibkan Pedagang Jajanan Sekolah Wajib Sertifikasi Sanitasi

PRIMETIMES.ID, Tanjungpinang,- -Masuk tahun ajaran baru, berbagai sekolah mulai diserbu para pedagang yang akan mengais rezeki, namun untuk memastikan kadar kesehatan jajanan yang dijajakan para pedagang, BPOM Kepri mulai mewajibkan sertifikasi sanitasi.
Untuk itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri melatih seluruh sekolah yang ada di Kepri untuk melakukan pengawasan terhadap pangan jajanan anak sekolah.
Kepala BPOM Kepri, Yosep Dwi Irwan Perkasa mengatakan, pihaknya telah melatih sebanyak 206 sekolah baik SD, SMP dan SMA yang terdiri dari kepala sekolah, guru unit kesehatan sekolah (UKS), dan pengelola kantin untuk mengikuti Bimtek yang digelarnya.
“Hari ini Bimtek yang kita gelar di Tanjungpinang khusus para pengurus sekolah yang ada di Pulau Bintan, yakni Tanjungpinang dan Bintan. Ada sebanyak 156 orang dari 53 sekolah yang mengikuti Bimtek,” ujar Yosef usai membuka acara Bimtek di Hotel CK, Jalan Raja Fisabilillah, Km.8, Kamis (18/7/2019).
Kegiatan ini untuk mewujudkan ketersediaan pangan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu dan bergizi. Karena sebagaimana diketahui bersama berbicara pangan peran sekolah memiliki peran yang strategis terkait kesehatan, dan ketahanan pangan nasional, kata Yosef.
Dikatakan Yosef bahwa jajanan sehat itu harus bebas zat, kimia seperti formalim dan kandungan cemaran mikrobiologi. “Pangan yang sehat itu harus bebas dari semua ini,” terangnya.
Maka untuk itu, lanjut Yosef kantin sekolah wajib harus memiliki sertifikasi sanitasi, sehingga orang tua pun yakin ketika anaknya jajan, tegas Yosef.
Bagi kantin yang ingin mendapat sertifikat ijin sanitasi mereka harus mengajukan ke Dinkes.
Ia menjelaskan untuk pengawasan BPOM dalam menciptakan pangan yang aman, bermutu dan bergizi ada lima tahapan yang pertama advokasi dengan lintas sektor bagaimana pihaknya mengandeng, komitmen dari seluruh stakholder Pemda seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas pemberdayaan perlindungan anak.
Bagi mereka yang telah mengurus sertifikasi sanitasi, kita sedang menggandeng CSR perusahaan agar kita dapat memberikan reward atau penghargaan kepada pedagang tersebut.
Kami pun menghimbau kepada para pedagang kantin sekolah agar dapat memperhatikan kesehatan makanan jajan yang dijual, jika mereka mengabaikan itu maka akan ada sanksi yang di dapatkan.
penulis: blt



