Terlempar Dari Radius Zonasi, Dua Gadis Remaja Ini Akhirnya Putus Sekolah

PRIMETIMES.ID, Tanjungpinang,–Terkubur sudah harapannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dua gadis remaja asal Kijang Lama, Kelurahan Melayu, Kota Piring, Tanjungpinang ini mengharapkan topangan tangan dari pemerintah.
Dua gadis remaja tersebut bernama AH dan MRH (12). AH adalah siswi tamatan SD Swasta Kinarya Grasia sementara MRH tamatan SDN 008 Tanjungpinang Timur.
Keduanya tinggal bertetangga, AH di Jalan Kijang Lama, Gang Margareja nomor 52 yang tidak jauh dari sekolah yang ingin dituju. Namun mereka harus terlempar dari radius zonasi.
Dengan kondisi ekonomi pas-pasan, dan berbagai upaya pun telah dilakukan oleh orang tua AH, Berliana, seorang single parent, untuk menyekolahkan anaknya dan masuk sekolah negeri.
Berdasarkan pantauan media ini dari Web tanjungpinang.siap-ppdb.com, AH menjadi salah satu pendaftar PPDB online di SMP N 2 Tanjungpinang. Dengan nomor pendaftaran 453102100700**, AH mendaftar PPDB online pada Senin (1/7/2019), pada pilihan pertama ia memilih zonasi sekolah terdekat dengan radius rumah ke sekolah 1.414 meter, yakni SMP N 2 yang juga masih satu kelurahan dengan tempat tinggal mereka di Kelurahan Melayu Kota Piring. Sedangkan pilihan 2, AH memilih SMP N 4 dengan radius 2821 meter.
“Saat pendaftaran PPDB online dibuka pada Senin (1/7) pagi, saya langsung mendaftarkan anak saya sekira pukul 06.53 WIB. Kemudian di hari yang sama pukul 10.49 WIB kami langsung selesai mendaftarkan di SMP 2 dan telah terverifikasi,” kata Berliana sambil menujukkan berkas pendaftaran yang sudah terverifikasi.
Namun, berdasarkan hasil seleksi zonasi anaknya dinyatakan tidak diterima di sekolah yang diinginkannya yaitu SMP 2 apalagi SMP 4 yang lebih jauh jaraknya dan sudah beda kelurahan serta kecamatan.
Berliana pun mengaku bingung atas hal itu. “Saya sangat berharap anak masuk negeri, kalau dia masuk swasta dari mana biaya sekolahnya saya cari,” ujarnya dengan nada sedih.
Berliana kini menjadi tulang punggung keluarga untuk menafkahi anak-anaknya.
(Blt)



