Jemaat Tak Tertampung Semua, HKBP Nommensen Galang Dana Untuk Perbesar Gereja
PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG, Berharap seluruh jemaat mengikuti kebaktian di dalam ruangan Gereja, Pimpinan (uluan), majelis dan jemaat HKBP Ressort Nommensen Kota Piring menggelar penggalangan dana.
Penggalangan dana dilakukan melalui Pesta Pembangunan Gereja pada Sabtu-Minggu (5-6 Oktober) nanti.
Adapun tujuan Pembangunan Gereja HKBP Ressort Nommensen Kota Piring, Tanjungpinang, agar kapasitas daya tampung jemaat mencukupi.
Pimpinan HKBP Ressort Nommensen Kota Piring, Pdt. Deser J. Nababan, S.Th mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan dan juga kepada seluruh donatur.
Pasalnya, sejak panitia terbentuk hingga tertanggal 1 Oktober lalu, pihaknya telah mengumpulkan dana mencapai Rp 113.255.000,-.
Bahkan hingga saat ini sebanyak 195 lembar ulos dan kain sarung yang bernilai Rp 1 Juta sudah dipesan jemaat.
“Puji Tuhan dan berterimakasih buat donatur. Sumbangan tersebut diperoleh dari spontanitas panita, donatur dari dalam dan luar gereja,” ujarnya, Jumat, (4/10/2019).
Meskipun demikian, pihaknya tetap berharap bantuan dari semua pihak agar target yang direncanakan panitia tercapai.
Sebab, lanjutnya, untuk membangun gereja yang dimulai dari awal hingga selesai supaya mampu menampung seluruh jemaat saat mengikuti kebaktian membutuhkan biaya sekitar Rp 4 Miliar.
Namun, sambungnya, pembangunan di tahap pertama pihaknya memperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 750 juta.
“Butuh Rp 4 Miliar model bertingkat. Untuk tahap pertama kita harus mempersiapkan dana Rp 750 juta,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan tiang pancang yang direncanakan berukuran 14 × 32 meter dengan model bertingkat (basement) itu akan dimulai pada bulan Februari 2020 mendatang.
“Setelah nantinya terkumpul maka program pemasangan tiang pancang pembangunan gereja akan segera dimulai,” ungkapnya.
“Desain model bertingkat (basement) dilakukan agar bisa menampung kenderaan bermotor disebabkan keterbatasan lahan,” sebutnya.
Menurutnya, gereja yang saat ini berukuran 8 x 18 meter itu hanya mampu menampung sekitar 150 jemaat.
Padahal, kata Pendeta, jumlah keseluruhan jemaat yang terdiri dari kalangan ekonomi menengah ke bawah itu mencapai lebih kurang 300 Kepala Keluarga (KK). Sehingga setiap kebaktian Minggu berlangsung, sejumlah jemaat mengikuti kebaktian dari luar gereja.
“Rata-rata yang bisa ditampung gereja hanya 150 orang,” katanya.
“Saya kasihan, jemaat yang duduk di luar kadang mengipas sampai tinggi-tinggi karena kepanasan. Coba kalau di dalam, kan sejuk karena ada kipas angin. Bahkan mikrofon pun kadang tidak kedengaran keluar,” lanjutnya.
“Tidak mungkin pihak lain membangun ini (gereja, red). Kalau bukan kita siapa lagi?,” kata Pendeta yang sebelumnya menjadi Pendeta HKBP Sion Batam ini.
“Mudah-mudahan para jemaat dan undangan kita hadir, diberikan rejeki dan tergugah hatinya untuk berpartisipasi membangun kerajaan Allah,” tutupnya.
(BUNG MANURUNG)



