Tinjau Panen Raya Jagung yang Dikelola Petani Gen Z, Lis Apresiasi Pertanian Berbasis Teknologi
PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG-
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang meninjau panen raya jagung yang dikelola petani muda generasi Z, di kawasan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Sabtu (8/8/2026).
Lahan yang dikelola oleh petani muda Gen Z tersebut menerapkan teknologi modern dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari penyiapan lahan, pemupukan, pemeliharaan hingga proses panen.
Jagung yang dipanen merupakan jenis jagung pakan, bukan jagung manis.
Pemilihan komoditas tersebut disesuaikan dengan permintaan industri sehingga hasil panen memiliki pasar yang jelas.
Dari lahan seluas tiga hektare, produksi diperkirakan mencapai sekitar 30 hingga 40 ton.
Lis mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian dengan pendekatan teknologi.
Menurutnya, pola tersebut menunjukkan bahwa pertanian tidak lagi harus identik dengan cara-cara tradisional, tetapi dapat dikelola secara modern, efisien, dan produktif.
“Pertanian saat ini sudah dapat dikelola dengan teknologi. Ini menjadi contoh bahwa generasi muda juga dapat berperan dalam sektor pertanian dengan pendekatan yang modern dan produktif,” ungkapnya.
Ia menilai keterlibatan petani muda dalam pengelolaan lahan pertanian merupakan langkah positif dalam mendorong regenerasi petani.
Pemanfaatan teknologi juga diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda untuk melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek ekonomi.
Lis berharap pola pertanian yang melibatkan generasi muda ini turut didukung pemanfaatan teknologi dan memiliki kepastian pasar.
Menurutnya, kolaborasi antara pemilik lahan, petani muda, pemerintah, dan pihak industri perlu diperkuat agar sektor pertanian dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Jika produksi berjalan baik, didukung teknologi, dan pasar sudah jelas, maka ini menjadi peluang ekonomi yang sangat baik. Semoga semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan pertanian dengan pendekatan modern seperti ini,” harapnya.
Sementara itu, Wawako Ariza menilai penggunaan teknologi dalam pengelolaan lahan menunjukkan bahwa produktivitas pertanian dapat ditingkatkan tanpa harus menggunakan banyak tenaga kerja.
“Luas lahan ini tiga hektare dan yang mengelolanya hanya tiga orang. Kalau selama ini kita melihat pertanian banyak dilakukan secara tradisional, petani muda ini sudah menggunakan teknologi, mulai dari pemupukan menggunakan drone sampai panen menggunakan mesin,” sebutnya.
Pemanfaatan teknologi, sambungnya, tidak hanya membuat proses kerja lebih efisien, tetapi juga memberikan peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan sektor pertanian dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman.
Dengan menggunakan teknologi, tidak perlu banyak orang, tetapi hasil produksinya cukup baik dan cukup banyak.
Ia juga mengapresiasi kepastian pasar dari komoditas yang dikembangkan. Pemilihan jagung pakan dilakukan berdasarkan kebutuhan industri, sehingga petani tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil panen.
“Pemasarannya sudah jelas karena hasil panen ini ada yang menerima dan membeli. Ini yang kita harapkan, sehingga petani kita bisa semakin berkembang dan sukses,” pungkasnya.
(Red)



