Ekonomi

Tingkatkan SDM, Pelaku Koperasi Dan UMKM Diberi Pelatihan Vocational Daerah Perbatasan

PRIMETIMES.ID, BINTAN,
Dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku UMKM dan koperasi, Kementerian Koperasi Dan UKM RI melalui Deputi Pengembangan SDM bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Vocational Daerah Perbatasan yang berlangsung di Lohas Wellness Village, Bintan, 22-24 Juli 2019.

Kegiatan pelatihan vocational daerah perbatasan ini diikuti oleh 60 peserta dari para pelaku koperasi dan UMKM yang berasal dari lima lokasi prioritas kecamatan perbatasan yakni: Bintan Utara, Tambelan, Bintan Pesisir, Teluk Sebong dan Gunung Kijang.

Para peserta diberi pelatihan pembuatan produk frozen food dengan memaksimalkan potensi laut Bintan yang kaya akan ikan. Produk pilihan yang dibuat adalah nugget ikan dan nugget kaki naga ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Para peserta pelatihan sedang membuat adonan nugget ikan. (Photo: Bung Manurung)

Para peserta pelatihan tampak begitu antusias dalam mengikuti proses produksi nugget tersebut. Bahkan para peserta yang sebagian besar adalah laki-laki tidak canggung untuk membuat adonan dan bumbu dasar untuk pembuatan nugget itu.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan, Ir. Dian Nusa, MM, MH mengatakan bahwa pihaknya senantiasa memberikan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM dan koperasi untuk dapat meningkatkan SDM dan kemandirian koperasi dan UMKM di Kabupaten Bintan.

“Intinya kita melakukan terobosan, kreatifitas dan inovasi untuk para pelaku usaha dan koperasi di tengah situasi anggaran yang sangat terbatas. Kementrian Koperasi dan UKM melalui Deputi SDM dan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan melaksanakan pelatihan vocational ini,” ujarnya, Senin, (22/07/2019).

Menurutnya, Bintan yang kaya akan sumber daya laut sangat potensial dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian para pelaku usaha dan koperasi.

“Kita bisa menggali potensi yang ada, terutama hasil laut kita yang kaya akan ikan. Kita bisa olah menjadi makanan yang bernilai ekonomis, salah satunya nugget ikan, abon dan baso ikan,” katanya.

Dian Nusa bersama para peserta pelatihan vocational daerah perbatasan. (Photo: Bung Manurung)

Ia berharap melalui pelatihan vocational ini, para peserta mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus meningkatkan penghidupan berkelanjutan yang berbasis pada usaha mikro.

“Kita harapkan semua peserta pelatihan kali ini dapat meningkatkan kemampuan dan SDM nya dalam persaingan global,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Alamsyah, mengaku sangat senang dalam mengikuti pelatihan ini.

“Banyak ilmu yang kita dapatkan dalam pelatihan ini. Kita dilatih membuat nugget ikan dan juga membuat ice gel. Ice gel ini sangat bermanfaat bagi kita yang memproduksi frozen food. Selain lebih hemat, ice gel mampu mendinginkan frozen food kita lebih lama dibanding menggunakan es batu. Kita mengetahuinya dalam pelatihan ini,” katanya.

Selain pelatihan pembuatan produk frozen food olahan ikan ini, para peserta juga akan diberi pelatihan wira usaha dan perkoperasian.

(BUNG MANURUNG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker