Tim SAR Dibantu 7 Penunggang Kuda, Hari Kedua Pencarian Wilem Goyup Belum Membuahkan Hasil
PRIMETIMES.ID, MERAUKE- Pencarian hari kedua (13/1/2023) terhadap korban yang hilang di hutan Semangga saat berburu dimulai pukul 06.00 WIT.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Supriyanto Ridwan, SE mengatakan bahwa pencarian kali ini melibatkan cukup banyak personil.
“Tercatat sebanyak 14 personil Linmas dari Kampung Muram Sari dan Semangga III Distrik Semangga turut bergabung melakukan pencarian,” ujarnya.
Selain itu ada 4 orang aparat Kampung Muram Sari, Babinsa dan 7 orang masyarakat penunggang kuda.
Pencarian dilakukan dengan penyisiran di sepanjang rute yang biasanya dilalui korban dan juga diduga dilalui korban.
“Harapannya adalah ditemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan korban,” tambahnya.
Benar saja, pada sekira pukul 07.52 WIT, tim menemukan jejak di tengah hutan berupa jejak kaki.
“Kuat dugaan ini adalah jejak yang ditinggalkan oleh korban,” ujar Supriyanto Ridwan.
Namun setelah diperiksa dengan seksama di sekitar temuan jejak, korban tidak kunjung dijumpai.
“Akhirnya diputuskan untuk melanjutkan pencarian.
Penyisiran menggunakan kuda juga dirasa cukup efektif karna kuda mampu menerobos semak belukar yang cukup rapat,” paparnya.
Sehari sebelumnya, tim SAR gabungan yang jumlahnya belum terlalu banyak telah melakukan pencarian hingga ke bivak milik korban di tengah hutan yang dibuat di atas pohon.
Namun di lokasi tersebut tim tidak menemukan tanda-tanda apapun.
Hingga sore ini tim SAR gabungan yang terlibat di lapangan belum berhasil menemukan Wilem.
“Kita putuskan bahwa pencarian hari ke-2 ini dihentikan sementara mengingat jarak pandang sudah semakin terbatas untuk dilanjutkan kembali esok hari,” pungkasnya.
Diinformasikan sebelumnya bahwa diduga seorang pemburu atas nama Wilem Goyup (49 thn) hilang di hutan Semangga karena sejak tanggal 10 Januari 2023 lalu belum kembali dari berburu.
Kejadian naas ini dilaporkan oleh adik korban, Nikolaus, ke Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke pada Kami, (12/1/2023) kemarin.
Korban terakhir kali terlihat menggunakan baju berwarna coklat dan celana pendek sambil membawa peralatan berburu tradisional berupa anak panah dan busur.
(S: Basarnas Merauke)



