Zulhakimi Berpegangan Pada Jerigen Minyak Saat Kapal Karam

PRIMETIMES.ID, BINTAN,
Zulhakimi (40 thn), salah seorang korban kapal TKI yang tenggelam di Perairan Nongsa pada Minggu malam kemarin mengaku bahwa ia dapat bertahan melawan ombak dan arus laut dengan berpegangan pada jerigen minyak kapal.
“Begitu kapal kami karam, kami saling berebutan menggapai pelampung kecil yang ada. Kami ada 6 orang yang berpegangan pada pelampung itu. Hingga akhirnya saya melihat jerigen minyak kapal dan berusaha menggapainya. Saya berpegangan pada jerigen itu,” ujarnya pada media ini saat diwawancarai di Mapolsek Bintan Utara, Tanjung Uban, Bintan, Rabu, (08/05/2019).

Ia juga mengatakan bahwa ia melihat ada korban meninggal usai kapal karam sekira 20 menit.
“Saat kami bertahan dan berpegangan pada pelampung dan jerigen minyak, kami melihat ada korban seorang perempuan (Linda, red). Kami pun mengikat mayat korban dengan tali yang kami temukan dengan harapan agar kami tidak berjauhan. Beberapa orang dari kami juga berpegangan pada tubuh korban yang meninggal itu,” tambahnya.
Angin yang kencang di laut itu membuat Zulhakimi terbawa jauh dari korban lainnya hingga ia ditemukan oleh Pak Aboh, seorang nelayan yang melintas pada Selasa siang, (07/05/2019).
Sebelumnya, kapal yang mengangkut TKI dari Sei Rengit, Malaysia menuju Batam dilaporkan tenggelam di Perairan Nongsa pada Minggu malam sekira pukul 22.00 WIB. Diduga kapal tenggelam karena mesin kapal mati dan air laut masuk karena ombak dan angin kencang.
(GIBS)



