Seputar Kepri

RSAL dr. MDTS Tanjungpinang Masuk Dalam Program Salam Sehat Kepri di Salah Satu Stasiun TV

PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG-
Berbicara mengenai dunia hiburan, televisi dinilai masih menjadi salah satu medium yang digemari orang dewasa dan anak-anak.

Tayangan-tayangan gratis yang dihadirkan berbagai stasiun televisi jadi faktor utamanya. Bahkan, beberapa tahun yang lalu menonton televisi bersama keluarga jadi aktivitas favorit banyak orang. Sampai-sampai, momen berebut remote antar anggota keluarga pun tak terhindarkan.

Namun, beberapa tahun belakangan, tren ini perlahan bergeser. Industri televisi harus menghadapi disrupsi digital yang kian deras mengalir.

Di era sekarang, stasiun televisi sebagai salah satu media hiburan yang memang dituntut harus mampu menghadirkan beraneka ragam pilihan hiburan yang sengaja diupayakan untuk menjangkau permintaan pemirsanya untuk berbagai kalangan usia.

Oleh karenanya sebagai pemirsa televisi yang baik harus mampu menjadi filter dengan cermat memilih dan memilah tayangan mana yang layak dan tidak untuk ditonton. Jikalau perlu, yang banyak membawa manfaat buat edukasi terutama di masa pandemi seperti sekarang yang dapat memberikan informasi tentang kesehatan, seperti yang dilakukan dalam program “Salam Sehat Kepri” salah satu serial yang sempat tayang dan akan ditayangkan kembali di stasiun televisi TV Kepri.

Sebagai salah satu media publik yang memiliki tiga fungsi sebagai alat komunikasi massa di antaranya, fungsi informasi, fungsi pendidikan dan fungsi hiburan, nantinya pada kontek televisi TV Kepri sebagai mitra penyebaran informasi dan edukasi tentang kesehatan, akan menayangkan kembali tayangan yang sempat terhenti karena Covid-19 tersebut.

Dalam acara yang akan ditayangkan nanti, TV Kepri dalam serial salam sehat kepri akan menghadirkan perwira kesehatan dari RSAL dr. Midiyato Suratani a.n. Kasubbag Polum Mayor Laut (K) dr. Bangun Pramujo, Sp.BS sebagai narasumber dalam mengisi acara tersebut dengan tajuk pembahasan tentang upaya mengatasi dan mengobati penyakit Low Back Pain (LBP).

Serial yang mengambil gambar shootingnya di ruangan CT Scan RSAL dr. Midiyato Suratani pada hari Kamis (25/11/2021) tersebut, akan menjelaskan berbagai informasi tentang penanganannya. Sebagai gambaran sekilas dalam tayangan nanti, Mayor Laut (K) dr. Bangun akan menyampaikan, bahwa secara statik kunjungan pasien di Rumkital dr. Midiyato Suratani adalah penyakit LBP terbanyak kedua setelah demam, karena 90 persen manusia kebanyakan pernah mengalaminya.

Selain itu akan menjelaskan penyebab penyakit tersebut di antaranya adalah dikarenakan faktor degeneratif, trauma karena benturan, infeksi bisa karena TBC atau tumor, berat badan yang berlebihan dan lain sebagainya, termasuk dikarenakan mengangkat beban yang terlalu berat dengan posisi yang tidak sesuai.

Dalam acara serial yang dipandu oleh Nurul Baiti Saputri, S.Pd sebagai host dari TV Kepri tersebut, Mayor Laut (K) dr. Bangun, salah satunya akan memberikan tips bagaimana cara pencegahan dalam mengatasi penyakit LBP, yaitu menjaga asupan kalsium pada masa usia muda, karena di usia belasan tahun kondisi tulang masih baik dan elastis, bagi pekerja keras agar dalam mengatur posisi saat mengangkat beban, diupayakan jangan terlalu banyak membungkuk. Contohnya dengan memanjangkan gagang cangkul untuk para petani, untuk pekerja kantor yang biasanya dalam keseharian kerjanya duduk, sesekali dalam menyeimbangkannya dengan berdiri dan melakukan peregangan pada punggung dan pinggang atau dengan memilih kursi yang lebih nyaman.

Dan masih banyak lagi yang akan dijelaskan. Sehingga dalam waktu 30 menit dalam serial tersebut jangan sampai terlewatkan.

Di akhir sesi salam sehat Kepri, nantinya Kasubbag Polum berharap kepada masyarakat Kepri dapat mengikuti anjuran kesehatan yang telah disampaikan dalam mencegah penyakit low back pain atau nyeri punggung atau sakit pinggang.

Untuk itu, sebagai penonton televisi haruslah cerdas dalam memilih tayangan yang layak untuk disaksikan dan tentu saja aman untuk dinikmati bersama keluarga tercinta. Semoga bermunculan acara televisi yang semakin mengedepankan kualitas daripada kuantitas.

Ingat, tidak semua tontonan menjadi tuntunan! Salam cerdas menonton televisi!.

(S: MJA/HBG/Pen RSAL dr. MDTS).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker