Seputar Kepri

Curahan Hati Seorang Pengemudi Taxi Online Batam

PRIMETIMES.ID, BATAM
“Itu mobil pesanan kita datang,” ujarku kepada Lae Gultom, temanku.

Mobil berwarna merah (maaf, tak sebut merk. Takut disebut iklan terselubung) yang kami pesan lewat salah satu aplikasi itu berhenti di depan kami. Kami order dari Kawasan Mega Legenda menuju Nagoya Hill, Batam, Rabu (23/09/2020).

Sedikit tergopoh-gopoh, pengemudinya keluar.

“Orderan Mas Manurung tujuan Nagoya Hill, Pak?” Tanyanya memastikan.

“Iya, benar,” sahutku sembari melirik pelat nomor polisi mobil tersebut. Tepat sesuai yang tertera di orderan kami.

Pengemudi itu pun membukakan pintu mobil dan mempersilahkan kami masuk.

“Silahkan, Pak,” ujarnya lembut.

Salut juga liat hospitality kawan ini, gumamku dalam hati.

Setelah memakai hand sanitizer, sejurus kemudian saya dan Lae Gultom pun duduk di kursi belakang.

Mobil yang kami tumpangi pun bergerak menuju Nagoya Hill. Lagu remix “Sinanggar Tullo” yang diputar sang pengemudi mengiringi perjalanan kami.

“Gimana orderan hari ini, Pak?” Tanyaku.

“Ah..sepi, Mas. Tidak ramai seperti sebelum covid. Mas-mas ini pengorder kedua saya hari ini. Biasanya kalau jam 10 pagi begini sudah ada mencapai 10 orderan,” ujarnya.

“Menyikapinya bagaimana, Pak?” Tanyaku sedikit kepo.

Ia menghela napas.

“Yahh..Mau gimana lagi, Mas? Disyukuri saja. Yang penting tetap berusaha dan bekerja keras. Mungkin itulah berkat yang diberi Tuhan,” ujarnya.

Saya tertegun sejenak mendengar jawabannya. Bah, kawan ini nampaknya tipe pria petarung sekaligus penuh ucapan syukur.

“Makanya, Mas. Semoga Romo Soerya menang di Pilkada Kepri dan jadi Gubernur agar bisa memulihkan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil seperti kami-kami ini,” ujarnya tiba-tiba.

Bah, kawan ini berani kali ngomong begitu dengan orang yang baru ditemuinya.

“Mas, kok pede kali ngomongin Romo Soerya Respationi di depan kami? Gak sungkan ya? Kan bisa saja sebenarnya kami ini pendukung paslon Cagub Kepri yang lain,” ujarku pura-pura menunjukkan rasa kurang senang. Padahal senangnya gak ketulungan. Weleh!

“Ya biar saja, Mas. Saya sebagai warga Kepri kan berhak juga mengungkapkan isi hati..ha ha ha..,” ujarnya sambil tertawa.

Dalam hatiku, jujur kali pun kawan ini.

“Trus, apa yang membuat Mas menaruh harapan kemenangan kepada Romo Soerya,” tanyaku lagi.

Ia tidak langsung menjawab.

Tangan kirinya sejenak menurunkan volume musik yang mengalun.

“Romo Soerya Respationo adalah salah satu putra terbaik Kepri. Beliau bukan calon pemimpin karbitan. Romo Soerya sangat berpengalaman. Dan yang lebih penting, beliau dekat dan bisa merangkul semua golongan, suku dan agama. Saya melihat hanya Romo Soerya yang mampu melakukan itu selama ini. Itu yang saya tau,” terangnya.

Saya pun mencoba melanjutkan pertanyaan yang sedikit “nakal”.

“Emangnya yang lain tak bisa begitu ya?” Tanyaku.

Ia menjawab sekenanya.

“Yang lain saya tak tau dan tak mau tau. Ha ha ha..,” jawabnya sambil terbahak-bahak.

“Busyet, dah.” Kata saya.

“Mas, apapun ceritanya, bagi saya Romo Soerya yang mampu memulihkan ekonomi Kepri akibat covid ini. Program recovery ekonominya jelas. Potensi kemaritiman dan perikanan juga menjadi prioritas SInergi,” paparnya dengan jelas, mirip anggota tim sukses paslon.

“Bah, Mas ini bagian dari tim sukses SInergi, ya?” Tanyaku.

“Gak, Mas. Saya warga biasa kok. Mana lah mungkin tampang kayak awak ini bisa jadi tim sukses. He he he..,” jawabnya terkekeh.

Tepat di jalan layang Laluan Madani, gerimis turun. Ia pun menurunkan kecepatan mobil yang kami tumpangi karena jalanan sedikit licin.

“Mas, kalau Kepri ingin maju dan sejahtera, semua komponen harus bersinergi. Kepri itu majemuk. So, memilih pemimpin itu harus berdasarkan kemampuan. Bukan karena politik identitas. Saya optimis, Soerya-Iman menang karena warga Kepri sudah berpikiran kritis, maju dan menghormati perbedaan yang menyatukan,” katanya dengan tegas dan mantap.

“Ok lah, Pak. Mantap kali pun bapak. Ha ha ha..,” kata saya sambil ikutan tertawa.

Tiga menit kemudian, Lae Gultom yang sedari tadi “santuy” mendengarkan pembicaraan kami pun jadi ikutan nimbrung.

“Jangan lupa, Mas. Kami di Nagoya Hill, ya. Itu sudah dekat. Ntar keasyikan ngomong malah kelewatan,” kata Lae Gultom.

“Siap, Pak.” Jawabnya.

Tak lama kemudian kami pun sampai di pintu utama Nagoya Hill, Batam. Sebelum membayar ongkos sesuai tarif orderan, Lae Gultom menanyakan nama pengemudi kami tersebut.

“Oh iya, Mas. Namanya siapa?” Tanya Lae Gultom.

“Saya Pak Parangin-Angin, Pak.” Jawabnya.

“Bah, horas mejuah-juah lah. Halak hita juga rupanya. Saya Gultom. Kalau beliau ini Manurung,” ujar Lae Gutom sambil mengarahkan jempolnya ke arah saya.

“Horas mejuah-juah. Salam sehat untuk semua,” ujar Pak Parangin-Angin.

Kami pun keluar dari mobil.

“Lae..kita sama kok..Pendukung Romo Soerya Respationo dan Iman Sutiawan. Harus tetap bersinergi. SInergi menang!” Kata Lae Gultom.

“Yup! Sinergi pasti menang. Untuk Kepri yang lebih baik, maju dan sejahtera. Sampai jumpa lagi ya, Lae,” balas Pak Parangin-Angin.

Mobil merahnya pun kembali bergerak. Menjauhi kawasan Nagoya Hill, menyusuri jalanan Kota Batam.

Gerimis berhenti..

(BUNG MANURUNG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker