IPTU Alson: Jika Temukan Indikasi Akan Terjadi Perang Sarung, Segera Lapor Kepada Kami
PRIMETIMES.ID, BINTAN-
Operasi Keselamatan Seligi 2024 Polres Bintan telah berjalan selama 12 hari, yang dimulai sejak tanggal 4 Maret 2024. Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Operasi.
Salah satu Satgas yang dikedepankan dalam Operasi Keselamatan tersebut adalah Satgas Preemtif, yang terus melakukan penyuluhan dan imbauan kepada pengendara baik pengendara sepeda motor maupun pengendara mobil.
Tak ketinggalan, Satgas Preventif juga melaksanakan aksi sesuai dengan tugasnya, seperti melaksanakan patroli dan pengaturan lalu lintas, yang bertujuan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban berlalulintas.
Memasuki hari ke- 5 bulan suci Ramadhan 1445H, masih dilaksanakan Operasi Keselamatan. Seluruh satgas bekerja ekstra untuk menciptakan kamseltibcar lantas yang kondusif.
Salah satu tugas yang dilaksanakan yaitu melakukan pengamanan saat masyarakat beribadah Salat Tarawih, Tadarus dan juga melakukan pengamanan pada lokasi pasar tumpah.
Yang lebih penting lagi, melaksanakan patroli mengantisipasi perbuatan yang meresahkan masyarakat, yang berpotensi dilakukan oleh remaja-remaja pada malam bulan puasa yaitu perang sarung.
Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo, S.I.K., M.M melalui Kasi Humas Polres Bintan, Iptu Missyamsu Alson mengatakan bahwa pada bulan suci Ramadhan 1445H yang bertepatan dengan berlangsungnya Operasi Keselamatan.
“Beberapa hari memasuki bulan suci Ramadhan bertepatan dengan berlangsung operasi Keselamatan Seligi 2024 Polres Bintan, para pelaksana operasi bekerja dengan optimal untuk menciptakan Kamseltibcar lantas untuk mencegah terjadinya fatalitas kecelakaan lalu lintas,” kata Kasi Humas selaku Kasatgas Banops, Sabtu (16/3/2024).
Iptu Alson menyampaikan, selama bulan suci Ramadhan ini para pelaksana operasi melakukan sosialisasi, imbauan, pengaturan, pengamanan dan patroli untuk menciptakan kamseltibcar lantas agar tetap kondusif.
“Salah satu pelaksanaan tugas yang dilaksanakan dan menjadi perhatian khusus kami yaitu pada malam Ramadhan. Kami melakukan patroli untuk mencegah terjadinya perang sarung yang dilakukan oleh remaja. Jadi untuk mencegah terjadinya perang sarung tersebut kami intensifkan patroli ke lokasi-lokasi yang akan rawan dijadikan lokasi perang sarung,” terang Iptu Alson.
Lanjut Alson, di lokasi-lokasi yang rawan digunakan untuk perang sarung diakukan patroli untuk mencegahnya. Seperti di wilayah Bintan Timur sekitar Jalan Musi, Korindo dan sekitarnya. Sedangkan wilayah Gunung Kijang potensi lokasi perang sarung di daerah Toapaya dan sekitarnya.
“Untuk wilayah Polsek Bintan Utara dan Polsek Teluk Bintan di sepanjang Jalan Lintas Barat Tanjung Uban-Tanjungpinang,” ujar Alson.
Kasi Humas mengimbau anak-anak remaja agar tidak melakukan perang sarung karena sangat meresahkan masyarakat karena sudah banyak memakan korban.
Menurut Alson, peran orang tua dan seluruh masyarakat adalah kunci utama untuk pencegahan terjadinya perang sarung.
“Jika ada menemukan indikasi akan terjadinya perang sarung segeralah melaporkan kepada kami dengan nomor telp 1call center 10 Polres Bintan, Bhabinkamtibmas atau kantor polisi terdekat untuk pencegahan,” imbau Iptu Alson.
(Red)



