Moment Hari Air Sedunia, Komunitas Pecinta Lingkungan Tanam 5.000 Pohon Di Batam.

PRIMETIMES.ID, BATAM,
Hari Air Sedunia atau World Water Day yang diperingati setiap 22 Maret adalah perayaan yang diupayakan untuk menarik perhatian publik atas pentingnya air bersih. Hari Air Sedunia juga sebagai usaha menyadarkan pentingnya tata kelola sumber air bersih yang berkesinambungan.
Diketahui saat ini kerusakan hutan di tanah air cukup meresahkan. Hal tersebut tentu saja menimbulkan menurunnya sumber daya air, tingkat kesuburan tanah yang berkurang, rusaknya keanekaragaman hayati dan juga suhu bumi yang meningkat.
Prihatin akan hal tersebut, sekelompok pecinta lingkungan yang tergabung dalam grup Whatsapp “Lingkungan Hidup” pun melakukan aksi menanam 5.000 pohon di Batam.
Kegiatan yang digagas oleh Ketua LSM Green Indonesia, Aldi Braga ini juga didukung oleh berbagai kalangan diantaranya ATB Batam dengan 1.000 pohon, Bright PLN Batam 1.000 pohon, Forum Komunitas Hijau (FKH) 2.000 pohon, Kadin Batam 1.000 pohon, KPHLI II Batam 500 pohon, Green Indonesia 500 pohon, Ikatan Pemuda Karya (IPK) Batam 500 pohon, Banteng Muda Indonesia (BMI) dan juga sejumlah awak media.
“Mengutip pernyataan Presiden Direktur ATB, Bapak Benny Andrianto, Anda tidak akan bisa hidup tanpa air. Air adalah sumber kehidupan,” kata Aldi Braga selaku penggagas kegiatan itu, Jumat, (22/03/2019).
Penanaman 1.500 pohon bakau pun dilakukan secara seremonial di kawasan Pantai Batam Centre di sebelah Pelabuhan Internasional. Hari berikutnya penanaman pohon juga masih akan dilanjutkan.
“Besok penanaman ribuan pohon akan kita lakukan di kawasan tangkapan air terutama di beberapa waduk yang ada di Batam,” ujar Aldi Braga.
Sementara itu, Kepala Divisi Lingkungan Hidup ATB Batam, Windy mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan yang sangat mulia ini.
“Kontribusi hutan dan pohon sangat besar dalam menjaga siklus air. Melalui akar pohon air diserap dan dialirkan ke daun, menguap dan dilepaskan ke atmosfir. Masih banyak manusia di belahan bumi lainnya yang tidak dapat mengakses air bersih. Ini juga ada kaitannya dengan kemiskinan dan kedamaian dunia. Kami dari ATB Batam sangat mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
(GIBS)



