Seputar Kepri

Puluhan Ular Besar “Berkeliaran” di Bundaran Dompak Tanjungpinang

PRIMETIMES.ID, TANJUNGPINANG,
Puluhan ular berukuran besar tampak “berkeliaran” di sekitar Bundaran Tugu Logo Provinsi Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Minggu, (27/10/2019).

Dalam pantauan media ini, puluhan ular tersebut tampak dengan leluasa bergerak ke sana kemari di atas rumput yang tumbuh di Bundaran tersebut. Anak-anak kecil yang sedang berada di lokasi itu pun tanpa rasa takut menyentuh dan menggendongnya. Kok bisa?

Ternyata ular-ular itu adalah milik dari anggota salah satu komunitas pecinta hewan yang ada di Tanjungpinang, Animal Lovers. Tak hanya ular. Kura-kura, iguana dan musang juga ada.

Koordinator Animal Lovers Tanjungpinang, Ibrahim Syahputra mengatakan bahwa komunitasnya memiliki beberapa jenis hewan, mulai dari reptil dan juga binatang bertaring.

“Kita memiliki puluhan ekor ular jenis phyton, phyton albino, ular pohon hijau dan kings snake. Selain itu kita juga memiliki 4 ekor musang, 16 ekor iguana dan puluhan kura-kura. Saya sendiri memiliki 18 ekor ular,” ujarnya.

Menurutnya, ia dan anggota komunitas Animal Lovers lainnya ingin mengedukasi masyarakat bahwa manusia dapat bersahabat baik dengan binatang-binatang yang selama ini dianggap berbahaya.

“Terutama ular, ya. Selama ini masyarakat kita langsung kurang bersahabat dengan ular. Asal ketemu ular biasanya binatang tersebut akan dibunuh. Nah, di sini kita mengedukasi masyarakat, bahwa binatang-binatang tersebut dapat bersahabat dengan kita. Asal kita pelihara dari kecil, kita beri kasih sayang, niscaya akan jinak dan bisa jadi sahabat,” ujarnya.

Pria yang ramah ini juga mengatakan bahwa aksi mereka ini juga sekaligus menjadi kesempatan untuk berdiskusi sebagai sesama pecinta binatang terkait masalah-masalah yang dihadapi.

“Jadi kita bisa saling tukar pikiran tentang persoalan-persoalan yang dihadapi seputar binatang-binatang peliharaan kita,” katanya.

Saat ditanya tingkat keamanan berinteraksi dengan binatang-binatang tersebut, Ibrahim mengatakan bahwa binatang yang mereka bawa sangat aman.

“Yang kita bawa itu sudah kita pilih sebelumnya. Yang sudah friendly, kita bawa. Yang belum jinak total ya kita tinggal di rumah. Bisa kita lihat, anak-anak sekalipun bisa menyentuh bahkan menggendongnya,” pungkasnya.

Hingga menjelang maghrib, ratusan warga baik dewasa maupun anak-anak asyik menggendong binatang-binatang tersebut sambil berswafoto ria.

(BUNG MANURUNG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker